Mensos: Peserta Program Keluarga Harapan 2013 Meningkat
Selasa, 17 Desember 2013 16:26 WIB
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri. (Antara)
Malang, (Antara) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan peserta program keluarga harapan pada 2013 meningkat signifikan, yakni menjadi 2,4 juta kepala keluarga yang tergolong sangat miskin.
"Pada awal diluncurkannya program keluarga harapan (PKH) pada 2007, peserta penerima manfaat hanya sebanyak 500 ribu keluarga sangat miskin (KSM), tapi tahun ini meningkat menjadi 2,4 juta KSM," tegas Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri disela-sela peluncuran PKH 2013 di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa.
Lebih lanjut Mensos mengatakan pada tahun ini saja penambahan jumlah peserta PKH mencapai 884.199 KSM yang tersebar di 28 provinsi, 167 kota/kabupaten dan 1.249 kecamatan.
Menurut dia, pada tahun ini juga menjadi masa akhir durasi waktu bagi peserta PKH 2007 yang akan dievaluasi dan disertifikasi untuk menentukan masuk kategori transisi, apakah KSM bersangkutan mampu naik status menjadi keluarga miskin atau masih tetap sebagai keluarga sangat miskin.
Ia mengakui pelaksanaan PKH tahun ini telah dilakukan berbagai penyempurnaan sistem dan mekanisme agar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat peserta PKH, di antaranya meningkatkan pelayanan dan mempercepat penyaluran.
Untuk lebih mengoptimalkan percepatan pengentasan KSM tersebut, kata Mensos, saat ini sedang dirintis kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam penggunaan sistem "Branchless Banking".
Menyinggung dipilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi peluncuran PKH 2013, Mensos mengatakan karena adanya dukungan dari pemkab setempat terhadap PKH, bahkan memiliki peran startegis dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
Apalagi, lanjutnya, tahun ini Kabupaten Malang tercatat sebagai kabupaten pengembangan lokasi baru dengan penerima manfaat PKH terbanyak dari 13 kota/kabupaten lokasi pengembangan baru di Provinsi Jatim.
Keluarga sangat miskin di Kabupaten Malang yang menerima manfaat PKH 2013 mencapai 34.286 KSM dan dana yang dikucurk an sebesar Rp20,46 miliar.
Sementara di Jatim, KSM penerima bantuan PKH sebanyak 515 ribu dari jumlah keseluruhan penerima PKH di Tanah Air sebanyak 2,4 juta KSM.
Dana bantuan tunai bersyarat yang diterima Provinsi Jatim mencapai Rp5 74,46 miliar, dengan rincian bantuan PKH tahun 2007-2012 sebesar Rp447,18 miliar, pengembangan kecamatan 2007-2012 sebesar Rp27,4 miliar, pengembangan 13 kota/kabupaten 2013 sebesar Rp83,2 8 miliar, dan saturasi 2013 sebesar Rp16,58 miliar.
"PKH menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan ini memiliki posisi strategis melalui berbagai upaya. Kami berharap PKH benar-benar mampu menjadi program unggul untuk meminimalkan KSM," ujarnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Solok lepas peserta Gowes Adventure Jelajah Alam Solok Aniversarry BPPB Ke-5
31 January 2026 16:35 WIB
Menjadi peserta Edufair, Universitas Baiturrahmah roadshow ke Bengkulu Januari 2026
28 December 2025 10:56 WIB
Sinergi Jamkrindo dengan Kejaksaan Agung dan Pemprov Sumbar dalam Program Pelatihan Peserta Pidana Kerja Sosial
02 December 2025 9:08 WIB
Dony Oskaria ajak peserta Minang Geopark Run 2025 nikmati alam Minangkabau
25 November 2025 15:58 WIB
Pembukaan Konferensi Wakaf Internasional Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta dan Puluhan Tokoh Islam Dunia Hadir
15 November 2025 20:40 WIB
Gubernur Mahyeldi sambut peserta Konferensi Wakaf Internasional 2025 dalam Gala Dinner
15 November 2025 8:36 WIB
Dea Anggraini: Merasakan Nyata Manfaat Program JKN untuk Kesehatan Keluarga
10 November 2025 17:12 WIB
BPJS SATU! Hadirkan Layanan Cepat dan Responsif bagi Peserta JKN di Rumah Sakit
10 November 2025 12:03 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018