Markas Bastion, Afghanistan, (Antara/AFP) - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel kepada pasukan AS pada Ahad menyatakan mendukung pasukan NATO berperan di Afghanistan pasca-2014, sementara Washington dan Presiden Hamid Karzai bertengkar soal perjanjian keamanan. Hagel mengunjungi Provisi Helmand di selatan untuk menemui pasukan sehari setelah ketegagan lebih jauh menyangkut perjanjian keamanan, yang akan mengizinkan pasukan NATO tinggal di negara itu setelah tahun depan. "Saya yakin ada satu peran bagi mitra koalisi kita dan Amerika Serikat, tetapi itu tergantung pada rakyat Afghanistan," kata Hagel kepada para tentara AS dalam satu acara tanya jawab. "Jika rakyat Afghanistan ingin melanjutkan ubungan itu, maka kita juga siap untuk itu," katanya. Para komandan AS sedang mempertimbangkan"satu tahap baru bagi missi kita untuk melatih, membantu, menasehati dan kontra-terorisme," katanya. Pertemuan-pertemuan dengan Karzai telah biasa dilakukan selama bertahun-tahun bagi para pemimpin Pentagon, tetapi Hagel Sabtu mengatakan setelah kedatangannya bahwa ia tidak ada rencana untuk bertemu dengan presiden Afghanistan itu dalam lawatan akhir pekannya. Sementara penasehat keamanan nasional penting Presiden Barack Obama Susan Rice dan diplomat penting John Kerry telah melakukan diskusi dengan Karzai mendesak dia menandatangani perjanjian keamanan itu, Hagel mengatakan tidak ada perlunya bagi dia untuk mengulangi kembali sikap AS. "Tidak banyak yang saya dapat tambahkan dalam satu pertemuan dengan Karzai terhadap apa yang telah dikatakan," katanya Sabtu. Hagel tidak bertemu dengan menteri pertahanan Afghanistan, yang menjamin kepadanya perjanjian keamanan itu akan ditandatangani pada "saat tepat". Karzai,yang mengunjungi Iran, Ahad,semula menyetujui Perjanjian Keamanan Bilateral (BSA), tetapi kemudian menolak menandatanganinya dan mengajukan tuntutan-tuntutan baru. Perjanjian itu menetapkan syarat-syarat hukum untuk mengizinkan pasukan AS dan lainnya beroperasi di negara itu setelah tahun 2014. Tetapi tanpa satu perjanjian ditandatangani, negara-negara yang siap mengirim pasukan pasca-2014 untuk missi pelatihan tidak dapat membuat rencana anggaran atau menjamin persetujuan politik, kata Hagel. Karzai mengatakan penandatanganan itu dapat dilakukan setelah pemilu April. Ia mengatakan satu pertemuan para menteri pertahanan NATO Februari merupakan satu hal penting bagi para perencana militer dan pemerintah" dan beberapa jawaban akan dibutuhkan pada pertemuan tingkat menteri NATO itu. Kini ada 46.000 tentara AS dan 27.000 tentara dari negara-negara koalisi di Afghanistan, dan hampir seluruh pasukan NATO menurut rencana akan ditarik pada akhir tahun depan. Berdasarkan satu missi pasca-1014 yang diusulkan sekitar 12.000 tentara-- sebagian besar dari AS akan tetap berada di negara itu untuk melatih tentara dan polisi Afghanistan dan memerangi kelompok garis keras yang punya hubungan dengan Al Qaida. Pada tahun 2011,AS mundur dari Irak ketika negara itu gagal menjamin keamanan sesuai dengan perjanjian status pasukan yang serupa dengan Afghanistan. (*/WIJ)