Taliban Bunuh Enam Orang di Afghanistan
Kamis, 28 November 2013 5:05 WIB
Mazar-i-Sharif, Afghanistan, (Antara/Reuters) - Militan Taliban menembak mati enam orang yang bekerja untuk proyek melek huruf dukungan pemerintah di provinsi Faryab, Afghanistan utara, kata sejumlah pejabat, Rabu.
"Mereka sedang bepergian pagi ini untuk melihat proyek melek huruf ketika Taliban menghadang mobil mereka dan menembak mereka," kata kepala kepolisian provinsi itu, Nabi Jan Mullahkhil.
Korban-korban itu bekerja untuk sebuah kelompok bantuan Prancis yang terlibat dalam proyek tersebut, dan hanya satu dari tujuh orang yang ditembak selamat, kata Kementerian Pembangunan dan Rehabilitasi Pedesaan Afghanistan.
Kelompok militan meningkatkan serangan terhadap pekerja pemerintah menjelang pemilihan umum presiden yang dijadwalkan berlangsung pada April 2014, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan ketika pasukan asing bersiap-siap menarik diri dari Afghanistan pada akhir tahun depan.
Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara dikirim ke Afghanistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.
Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.
Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.
NATO bertujuan melatih 350.000 prajurit dan polisi Afghanistan pada akhir 2014 untuk menjamin stabilitas di negara itu, namun tantangan-tantangan tetap menghadang dalam proses peralihan itu.
Desersi, penugasan yang buruk dan semangat rendah termasuk diantara masalah utama yang menyulitkan para komandan NATO dan Afghanistan.
Pada Oktober 2011, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Momen BRI Super League pekan ke-13, hasil pertandingan, rekor hingga gol bunuh diri
24 November 2025 9:38 WIB
RSAM Bukittinggi klarifikasi dugaan pasien meninggal bunuh diri, evaluasi bukti CCTV
25 September 2025 12:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018