Pasukan Tempur Prancis Ditarik dari Perang Afghanistan
Rabu, 21 November 2012 6:39 WIB
Kabul, (ANTARA/Reuters) - Prancis menarik pasukan tempurnya
dari Afghanistan pada Selasa, menandai berakhirnya peran di medan perang yang dipimpin NATO setelah kehadiran lebih dari 10 tahun.
Empat ratus tentara Prancis kembali ke ibu kota Afghanistan
setelah empat tahun melakukan operasi tempur di Provinsi Kapisa
dan Kabupaten Sarobi, Kabul, kata juru bicara militer Prancis dan menambahkan mereka akan kembali ke Prancis dalam beberapa hari ini.
"Hari ini adalah akhir dari operasi kami di medan perang. Pada akhir tahun, kita akan memiliki 1.500 tentara Prancis yang tersisa di
Afghanistan untuk operasi non-tempur," kata Letnan Kolonel Guillaume
Leroy.
Dari mereka pasukan yang tersisa, 1.000 akan membantu pengembalian peralatan militer untuk Prancis dan 500 akan masih memberikan pelatihan bagi tentara pemula Afghanistan, katanya.
Prancis bergabung dengan Kanada dan Belanda dalam mengakhiri peran tempurnya di Afghanistan.
Penarikan dini Prancis diprakarsai oleh Presiden Francois
Hollande, yang dikecam keras oleh NATO karena mempercepat penarikan dua tahun lebih awakt dari jadwal aliansi itu.
Pada puncaknya, Prancis menyediakan 3.600 tentara dari kekuatan NATO yang terdiri 130.000 prajurit, di bawah Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO, menjadikannya sebagai penyumbang terbesar kelima.
Setidaknya 85 tentara Prancis tewas dalam perang di Afghanistan.
Sebagian besar pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014, ketika keamanan akan diserahkan kepada 350.000 tentara dan polisi Afghanistan.
Bahwa penarikan telah memicu ketakutan di kalangan banyak warga Afghanistan, dan kekosongan kekuasaan yang dirasakan bisa berubah menjadi perang saudara. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
TNI bakal unjuk kesiapan tempur pada peringatan HUT Ke-79 di Monas
24 September 2024 21:30 WIB, 2024
KSAU sambangi Prancis untuk pelajari teknis mesin pesawat tempur Rafale
28 June 2024 16:16 WIB, 2024
Korea Selatan yakin bisa selesaikan isu proyek jet jempur dengan Indonesia
13 May 2024 21:41 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018