Yangon, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu komunike bersama yang dikeluarkan Ahad, mengatakan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) telah menyampaikan kesediaannya untuk menambah bantuan bagi Myanmar, yang dilanda konflik etnik, termasuk untuk Negara Bagian Rakhine di Myanmar Barat. "Negara anggota dan lembaga OIC takkan melakukan diskriminasi dengan dasar ras, suku dan agama dalam pembagian bantuan kemanusiaan," kata satu delegasi OIC di dalam komunike yang dikeluarkan pada akhir kunjungan tiga-harinya. OIC juga menyampaikan dukungan bagi upaya Pemerintah Myanmar untuk lebih meningkatkan perujukan antar-masyarakat, dialog, toleransi dan kehidupan berdampingan yang damai dalam segala lapisan masyarakat. Kelompok itu menyambut upaya oleh Pemerintah Myanmar guna mengakhiri aksi kekerasan dan melindungi warga sipil dari kekerasan dan menjamin penghomatan penuh bagi hak asasi manusia dan kebebasan mendasar termasuk mereka yang berada di Negara Bagian Rakhine. Komunike bersama tersebut disiarkan oleh Komite Sentral Myanmar bagi Pelaksanaan Kestabilan dan Pembangunan di Negara Bagian Rakhine dan delegasi OIC, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang. Selama kunjungannya, Wakil Presiden Myanmar Sai Mauk Kham bertemu dengan delegasi OIC, yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderalnya Ekmeleddin Ihsanoglu dan terdiri atas menteri luar negeri dari negara anggota OIC --Djibouti, Turki, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi. Kedua pihak membahas tugas rehabilitasi yang berlangsung di Negara Bagian Rakhine dan upaya perdamaian serta kestabilan di sana. Wakil Ketua Parlemen Myanmar U Nanda Kyaw juga bertemu dengan delegasi OIC di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw. Delegasi OIC tersebut juga mengadakan pembicaraan dengan pemimpin empat agama --yang dipimpin oleh Kelompok Dialog Antar-Agama Myanmar, Pensiunan Duta Besar U Hla Maung-- di Naypyidaw. Kunjungan delegasi itu ke Myanmar ialah untuk mengawasi perubahan politik, ekonomi dan administrasi di bawah kepimpinan Presiden U Thein Sein dan mengawasi Negara Bagian Rakhine serta Wilayah Mandakay dan Meikhtila, yang telah dirongrong konflik antar-masyarakat. Ratusan pemrotes, termasuk pendeta Buddha, melancarkan demonstrasi di jalan di Yangon, Mandalay, Meikhtila, Lashio dan Bago guna menentang kehadiran delegasi OIC itu. Pengunjuk-rasa menuduh OIC "mencampuri urusan dalam negeri Myanmar sebelumnya dan selama kunjungan delegasi tersebut". (*/jno)