Yangon, (Antara/Xinhua-OANA) - Sembilan anggota pasukan keamanan dan delapan warga desa cedera dalam bentrokan yang meletus lagi di beberapa daerah proyek tambang tembaga Letpadauntaung, Wilayah Sagaing di Myanmar Barat-laut. Sebanyak 80 warga desa menyerbu pos terdepan pasukan keamanan pada Kamis malam (14/11). Mereka melemparkan batu dan menyerang dengan menggunakan senjata kecil rakitan, sehingga anggota pasukan keamanan membalas dengan melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan mereka. Peristiwa itu terjadi enam pekan setelah Myanmar pada 3 Oktober melanjutkan pelaksanaan pekerjaan proyek tambang tembaga Latpadaungtaung, yang mendapat suntikan dana dari penanaman modal perusahaan China, Wanbao Mining Ltd., dan melibatkan satu perusahaan swasta Myanmar. Pekerjaan proyek tersebut, yang pertama kali dimulai pada Maret 2012 sejalan dengan kontrak yang ditandatangani pada Juni 2010, sepenuhnya terganggu selama berbulan-bulan sejak November 2012 oleh protes yang kadang-kala terjadi terhadap pelaksanaannya, sehingga menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Setelah peristiwa itu, Pemerintah Myanmar menunjuk satu panel penyelidikan pada 1 Desember, yang dipimpin oleh ketua oposisi dan anggota parlemen Aung San Suu Kyi untuk menyelidiki proyek kontroversial tersebut. Laporan akhir panel itu kepada presiden dikeluarkan pada 12 Maret 2013. Laporan tersebut mengusulkan proyek itu mesti dilanjutkan sebagai pilihan terbaik bagi keuntungan ekonomi negara tersebut dan terutama rakyat bagi keuntungan penuh generasi masa depan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam. Selanjutnya, satu komite bagi pelaksanaan laporan panel penyelidikan itu, yang dipimpin oleh Menteri di Kantor Presiden U Hla Tun, dibentuk. Sejalan dengan panduan komite tersebut, perusahaan terkait dari China dan Myanmar telah melakukan banyak kegiatan termasuk pembayaran ganti rugi bagi lahan yang disita, kata Corporate Social Responsibility (CSR) bagi rakyat dan perubahan kontrak. (*/jno)