Canberra, (Antara) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan Indonesia dan Australia harus fokus menjaga hubungan baik untuk jangka panjang yang tidak tergoyahkan oleh satu atau dua masalah yang terjadi. "Sebagai dua negara yang ditakdirkan bertetangga harus ada itikad baik kedua negara dalam menjaga hubungan jangka panjang," kata Wapres Boediono usai memberikan kuliah umum ST. Lee di HC Coombs Lecture Theatre Building 8, Australian National University, Canberra, Rabu. Pernyataan Wapres tersebut diungkapkan dalam sesi tanya jawab dengan peserta kuliah umum yang hadir dimana mengemuka pertanyaan mengenai isu imigran ilegal dan penyadapan yang ramai diberitakan oleh media di kedua negara. Wapres juga menambahkan, masalah yang terjadi di masa kini hampir sama dengan yang pernah terjadi di masa lalu namun kedua negara bisa melewatinya dengan baik. Semua masalah, menurut wapres, bisa diselesaikan asal selalu dilandasi dengan kepercayaan dan kerja sama yang baik antar kedua negara. Khusus soal penyadapan, Wapres mengatakan tengah diselesaikan secara diplomasi di tingkat para pejabat terkait. Wapres juga menambahkan, perlu ada garansi bahwa informasi intelijen antara kedua negara tak digunakan untuk saling melawan satu sama lain. Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono mengangkat soal isu penyadapan terhadap Indonesia saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Toni Abbott. Deputi Sekretaris Wakil Presiden bidang Politik Dewi Fortuna Anwar mengatakan dalam pertemuan bilateral dengan PM Australia Toni Abbott, Wapres mengemukakan bahwa isu penyadapan menjadi perhatian luas dari berbagai kalangan di Indonesia. Dewi menjelaskan, dalam pertemuan bilateral tersebut diangkat tiga isu utama yakni terkait penyadapan, anak buah kapal (ABK) Indonesia yang ditahan Australia lalu soal apreasiasi Indonesia terhadap Australia yang pernah memberikan "standby loan" pada Indonesia. (*/jno)