OJK Siapkan Kampanye Pencucian Uang untuk Industri
Selasa, 12 November 2013 17:55 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan program kampanye terkait pencucian uang (money laundering) bagi industri keuangan non bank (IKNB) dan pasar modal.
"Konsen money laundering itu kan belum merata, saya sekarang sedang membuat kampanye money laundering di industri keuangan non bank dan di pasar modal," ujar Muliaman di sela-sela konferensi asuransi mikro internasional ke-9 di Jakarta, Selasa.
Muliaman menuturkan, pihaknya sudah melakukan berbagai macam workshop dan seminar dengan para pelaku pasar modal dan IKNB untuk memperkenalkan program money laundering tersebut.
"Jadi kita sedang buatlah program atau desainnya tetapi sosialisasi sudah jalan," kata Muliaman.
Menurut Muliaman, OJK tidak ingin membuat industri kaget dengan adanya program tersebut, oleh karena itu perkenalan kepada industri secara intens diperlukan.
"Jadi betul-betul saya kira ini dilihat untuk kepentingan bersama dan ini memang memerlukan strategi agar tidak mengagetkan ya, (jangan sampai mereka bilang) ini sebenarnya agenda apa lagi," ujarnya.
Muliaman menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya tindakan pencucian uang di sebuah perusahaan keuangan tentunya dapat dimulai dengan mengetahui profil nasabah atau pelanggan dengan baik (Know Your Customer atau KYC).
"Money laundering itu (pencegahannya) dimulai dari yang sederhana, know your customer atau your client menjadi penting dan perlu dimiliki kapasitasnya oleh industri." tutur Muliaman. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018