Pasaman Barat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat produksi padi di daerah itu mencapai 41.247 ton gabah kering panen selama enam bulan atau semester I 2025 dengan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang dilakukan dalam mendukung ketahanan pangan di daerah itu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Selasa, mengatakan upaya intensifikasi dilakukan dengan optimalisasi lahan yang ada berupa memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.
"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," katanya.
Selain itu juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal.
"Ke depan kita memperoleh anggaran Rp2,3 miliar untuk optimalisasi lahan berupa perbaikan saluran irigasi untuk lahan sawah seluas 500 hektare," sebutnya.
Selanjutnya upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada. Juga membuat aturan melalui Peraturan Daerah mengenai larangan alih fungsi lahan atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dari jumlah panen 41.247 ton selama enam bulan atau periode Januari-Juni 2025 itu berada di lahan tanam seluas 6.485 hektare. Pihaknya menargetkan jumlah tanam padi selama 2025 seluas 20.321 hektare.
Dia menjelaskan produksi padi tertinggi berada di Kecamatan Talamau sebanyak 8.203 ton, Kecamatan Pasaman sebanyak 7.900 ton, Kecamatan Lembah Melintang sebanyak 6.384 ton dan Kecamatan Kinali sebanyak 5.101 ton.
Lalu di Kecamatan Gunung Tuleh 3.576 ton, Kecamatan Koto Balingka sebanyak 3.092 ton, Kecamatan Ranah Batahan 2.494 ton, Kecamatan Sungai Aur sebanyak 2.116 ton, Kecamatan Sungai Beremas 1.116 ton, Kecamatan Luhak Nan Duo 781 ton dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia sebanyak 484 ton.
Pihaknya juga memberikan bantuan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian baik melalui anggaran APBD maupun provinsi dan pusat
"Sejauh ini tidak ada kendala petani dalam memperoleh pupuk. Selain itu dengan musim kemarau saat ini masih belum ada pengaruhnya sama petani karena aliran air masih lancar," ujarnya.