Oposisi Katakan Tolak Perundingan Jenewa
Senin, 11 November 2013 6:36 WIB
Istanbul, (Antara/AFP) - Koalisi oposisi Suriah yang terpecah pada Ahad mengumumkan tidak akan menghadiri pembicaraan damai di Jenewa yang diperdebatkan kecuali jika didukung pemberontak di lapangan.
Juru bicara Khaled Saleh, berbicara kepada wartawan di Istanbul pada hari kedua pertemuan koalisi di sana, mengatakan oposisi dan pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) "berada di sisi yang sama dan kami memerangi musuh bersama".
Tujuannya, kata dia, adalah untuk mendapatkan posisi yang terpadu dan "untuk memasuki proses peramaian dengan cara bersatu".
"Jika kita akan berada di Jenewa, mereka akan menjadi bagian dari delegasi itu. Mereka memiliki banyak kepentingan untuk keberhasilan dan kebebasan demokratis di Suriah seperti yang kita lakukan."
Pertemuan oposisi koalisi dimaksudkan untuk menempa posisi bersama mereka pada pembicaraan Jenewa, di mana negara-negara kuat duia ingin adakan untuk mencari solusi yang dirundingkan untuk mengakhiri konflik Suriah.
Tetapi persaingan-persaingan, perbedaan pendapat dan ambisi yang berbeda telah memecah-belah kalangan oposisi. Dan pemberontak yang memerangi pasukan Presiden Bashar al-Assad terbagi antara FSA dan gerilyawan terkait Al-Qaida.
"Kami masih membutuhkan banyak diskusi sebelum membuat keputusan tegas," kata seorang anggota koalisi kepada AFP. "Kita tidak bisa pergi ke Jenewa tanpa dukungan luas dari semua kelompok yang berperang melawan Bashar."
Saleh mengatakan koalisi berbasis Turki akan mengirim dua delegasi ke Suriah untuk membahas dengan para pemimpin FSA dan kelompok-kelompok sipil yang berprospek mengambil bagian dalam
pembicaraan Jenewa.
Koalisi masih bekerja berdasarkan pernyataan yang mengemukakan posisi formal pada pembicaraan itu, katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Perikanan Pasaman Barat katakan 70 persen nelayan di daerah itu masih tradisional
03 September 2023 17:46 WIB, 2023
Ferdy Sambo katakan siap bertanggung jawab atas tindak pidana yang dilakukannya
01 November 2022 14:01 WIB, 2022
Jaksa Agung katakan penerapan hukuman mati koruptor perlu dikaji bersama
18 November 2021 12:32 WIB, 2021
Pelatih Persib katakan Ezechiel tak turun lawan Bhayangkara karena belum fit
24 October 2019 6:14 WIB, 2019
Dipertanyakan banyak pihak, Menteri Kelautan katakan tetap lakukan penenggelaman
23 October 2019 14:52 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018