Kelompok Pemberontak dari Mali Utara Sepakat Bersatu
Selasa, 5 November 2013 6:31 WIB
Ouagadougou, (Antara/Reuters) - Tiga kelompok pemberontak utama di Mali utara Senin mengatakan mereka telah sepakat untuk melakukan penggabungan, menciptakan sebuah front bersatu dalam proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan pemerintah.
Pemberontakan Tuareg di Mali utara tahun lalu menjerumuskan
negara ke dalam kekacauan, yang mengarah kepada kudeta di ibu kota Bamako dan pendudukan wilayah oleh kelompok gerilyawan.
Sejak invasi yang dipimpin Prancis pada Januari untuk mengusir gerilyawan, kelompok pemberontak telah tersebar dan rekonsiliasi
dengan mereka menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Presiden
Ibrahim Boubacar Keita .
Ketiga kelompok tersebut adalah: Gerakan Nasional untuk
Pembebasan Azawad (MNLA), Dewan Tinggi untuk Kesatuan Azawad (HCUA) dan Gerakan Arab Azawad (MAA). Penggabungan akan berlaku dalam 45 hari, kata mereka.
Sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditandatangani dengan pemerintah di Burkina Faso pada Juni, tiga kelompok tersebut mengatakan mereka akan melucuti diri.
Namun, wilayah ini tetap tak stabil dan dua pekan terakhir wartawan radio Prancis dibunuh oleh gerilyawan tak dikenal.
Sekretaris jenderal MNLA, Bilal Ag Acherif, mengatakan kelompoknya akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menemukan pelaku.
"Kami akan berinvestasi sepenuhnya dalam mencari kebenaran agar
misteri ini diselesaikan," katanya.
Wilayah gurun telah menghasilkan empat pemberontakan sejak
kemerdekaan dari Prancis pada 1960. Orang-orang Tuareg berkulit terang mengatakan bahwa pemerintah Afrika hitam berturut-turut di ibu kota telah mengabaikan mereka dari kekuasaan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018