Tentara India Tewaskan Komandan Gerilyawan di Kashmir-India
Minggu, 27 Oktober 2013 8:06 WIB
Ilustrasi. (Reuters)
Srinagar, Kashmir-India, (Antara/Xinhua-OANA) - Komandan faksi Lashkar-e-Toiba (LeT) tewas pada Sabtu (26/10), dalam baku-tembak sengit dengan militer India dan polisi di Kashmir yang dikuasai India.
Baku-tembak tersebut meletus pada Sabtu sore, ketika satuan militer India diserang tembakan gencar oleh gerilyawan di Desa Husanpora-Nagbal, Kabupaten Shopian, sekitar 67 kilometer di sebelah selatan Kota Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir-India.
"Hari ini, komandan wilayah LeT tewas dalam baku-tembak dengan tim gabungan militer India, Grup Operasi Khusus personel polisi dan paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF) di Desa Shopian, Husanpora," kata juru bicara polisi.
"Seorang warga sipil, Ghulam Ahmad Parry, juga cedera selama baku-tembak itu dan ia segera dibawa ke rumah sakit. Kondisinya dinyatakan tidak terancam," tambahnya.
Para pejabat polisi dan militer India mengatakan operasi tersebut dilancarkan berdasarkan informasi intelijen mengenai keberadaan gerilyawan LeT di satu rumah warga, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
"Gerilyawan yang ada di daerah itu menembaki satuan militer saat militer berusaha mengepung daerah tersebut," kata juru bicara tersebut.
Gerilyawan yang tewas diidentifikasi sebagai Abbas Reshi (23), kader lokal LeT. Kelompok itu dituduh melancarkan serangan 2008 di Mumbai sehingga menewaskan 165 orang.
Inspektur Jenderal Polisi di Srinagar Abdul Gani Mir menyebut tewasnya Reshi sebagai "keberhasilan besar".
Sementara itu protes meletus di Ali-Shahpora, desa asal komandan LeT tersebut, setelah mayatnya diserahkan kepada keluarganya. Lelaki, perempuan dan anak-anak dari desa yang berdekatan turun ke jalan dan meneriakkan slogan anti-India dan pro-kemerdekaan, kata beberapa laporan.
Ratusan orang ikut dalam proses pemakaman Reshi, yang belakangan dimakamkan di kompleks pemakaman di desa itu.
Perang gerilyawa berkecamuk antara gerilyawan dan militer India yang ditempatkan di daerah bergolak Kashmir-India sejak 1989. Baku-tembak kadangkala terjadi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
35 WNA kendalikan sindikat judi daring di Bali, patroli siber Polisi bongkar jaringannya
07 February 2026 14:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018