Mantan Pemberontak dan Pemerintah Mozambik Berusaha Hindari Perang
Rabu, 23 Oktober 2013 16:17 WIB
Maputo, (Antara/AFP) - Presiden Mozambik dan pemberontak Renamo bertekad menghindari perang, kata seorang juru runding, Selasa, setelah mantan pemberontak mengumumkan bahwa perjanjian perdamaian tahun 1992 telah berakhir.
Dua hari saling melakukan aksi kekerasan menimbulkan kekhawatiran negara itu dapat kembali terjerumus dalam perang saudara, dua dasa warsa setelah berakhirmya salah satu dari konflik-konflik paling berdarah di Afrika yang menewaskan satu juta orang.
Para anggota Renamo, kini partai oposisi, menyerang satu kantor si polisi, Selasa beberapa jam setelah kelompok itu mengumumkan pemerintah melakukan satu serangan t4rhadap pangkalannya yang melanggar perjanjian perdamaian yang mengakhiri perang 16 tahun.
Tetapi dalam perundingan-perundingan dengan perunding independen Lourenco do Rosario, Renamo mengatakan pihaknya "menegaskan kebali bahwa pihaknya tidak ingin kembali pada perang," tambah utusan itu.
Bahkan Renamo mnuntut pasukan pemerintah mundur dari pangkalan yang mereka rebut Senin, di pegunungan Gorongosa, dan berjanji untuk tidak memulai kembali permusuhan, kata Do Rosario.
Presiden Armando Guebuza juga mengulangi kembali komitmennya bahwa "dialog adalah jalan terbaik dilakukan kendatipun terjadi bentrokan-bentrokan kecil di berbagai tempat," kata Do Rosario.
Para anggota personil polisi meninggalkan pos mereka Maringue ketika para petempur Renamo melepaskan tembakan Selasa pagi dalam peningkatkan permusuhan antara bekas pemberontak dan partai Frelimo yang berkuasa.
"Pata pria bersenjata menyerang kantor polisi itu tetapi untung tidak ada korban karena polisi telah meninggalkan kantor itu," kata administrator Maringue, Antonio Absalao kepada AFP melalui telepon.
Guru lokal Romao Martins mengatakan "situasi di sini mencekam, Pada pagi ini, pria-pria besenjata yang diduga anggota Renamo melakukan serangan."
"Suara tembakan selama satu jam dapat didengar dari semua arah dan orang-orang meninggalkan rumah-rumah mereka," katanya.
Gedung-gedung sekolah ditutup di daerah sekitar pangkalan militer Renao, di pegunungan Mozambik tengah.
Kota itu terletak sekitar 35km dari pangkalan itu, yang direbut dalam satu operasi yanag mantan pemberontak katakan bertujuan untuk membunuh pemimpin mrreka Afonso Dhlakama.
Tetapi Presiden Guebuza mengatakan tentara bertindak untuk membrla diri setelah para anggota Renamo menembaki mereka, kata kantor berita AIM.
Dhlakama lari menjelang serangan terhadap pangkalan itu, kata perunding Do Rosario, yang menambahkan kedua pihak mengaku tidak ada korban.
"Ia akan datang ke perundingan yang telah dilakukan pekan ini," tambah Do Rosario.
Amerika Serikat dalam satu pernyataan mengatakan pihaknya "sangat menyesalkan" terjadinya kembali aksi kekerasan, mendesak kedua pihak melakukan "langkah-langkah penting untuk menenangkan ketegangan itu".
Renamo-- Perlawanan Nasional Mozambik, yang menjadi partai politik setelah perang saudara itu tidak mengklaim serangan Selasa itu.
Tetapi juru bicara Fernando Mazanga mengemukakan kepada AFP para petempur Renamo mungkin berada dibelakang aksi kekerasan itu.
"Ketua Renamo kehilangan kendali atas situasi itu dan anda tidak dapat menyalahkan dia) bagi apa yang terjadi dari sini," kata Fernando Mazanga kepada AFP.
"Para petempur tinggal terpencar dan akan melakukan serangan tanpa ada perintah-perintah," katanya.
Renamo mengangkat senjata melawan pemerintah Frelimo ---Front Pembebasan Mozambik setelah merdeka dari Portugal tahun 1975.
Menjelang pemilihan pemerintah lokal bulan depan dan satu pemilu nasional tahun 2014, Mozambik memiliki sejarah aksi kekerasan berkaitan dengan pemilu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018