Perempuan Setengah Baya Lebih Antusias pada Teknologi
Selasa, 22 Oktober 2013 19:00 WIB
Jakarta, (Antara) - Riset terbaru yang dilakukan oleh Intel Corporation dan dilaksanakan oleh Penn Schoen Berland menunjukkan perempuan setengah baya dan mereka yang tinggal di pasar negara berkembang pada khususnya sangat antusias terhadap teknologi dalam kehidupan mereka.
Anthropologist and Director of Interaction and Experience Research dari Intel Labs Genevieve Bell dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, mengatakan, secara global, perempuan di atas 45 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang lebih muda dalam hal kepuasan mereka menggunakan teknologi.
"Mereka juga cenderung untuk mengatakan bahwa teknologi membuat kita lebih manusiawi 45 persen dan memungkinkan kita untuk mempererat hubungan kita 72 persen," katanya.
Selanjutnya, survei yang mereka lakukan membuktikan bahwa perempuan global mendukung teknologi seperti perangkat lunak untuk menonton kebiasaan-kebiasaan dalam kerja (69 persen) atau kebiasaan-kebiasaan dalam belajar (76 persen).
Para perempuan penggemar teknologi ini bahkan lebih terdengar di pasar negara berkembang seperti China yang lebih dari tujuh dari 10 perempuan di atas usia 45 percaya bahwa kita tidak cukup menggunakan teknologi .
"Saya sampai harus bertanya-tanya jika yang dimaksud dari data ini adalah kaum perempuan begitu optimistis karena mereka melihat inovasi dalam teknologi yang kini mulai mampu untuk memenuhi janji dalam menyesuaikan irama setiap harinya, membantu untuk memecahkan masalah dan kebutuhan spesifik kita dan menciptakan pengalaman baru yang menarik bahwa perempuan dan laki-laki akan bersama-sama menemukan pengalaman baru yang bernilai."
Sementara perempuan di Indonesia berada di atas rata-rata untuk yakin bahwa inovasi akan mampu untuk mendorong pendidikan yang lebih baik (72 persen), transportasi (66 persen), pekerjaan (60 persen) dan kesehatan (61 persen).
Ia menambahkan, perempuan di Indonesia ternyata bersedia untuk menggunakan teknologi, sementara lainnya (63 persen) mungkin beranggapan bahwa terlalu pribadi untuk meningkatkan pengalaman mereka atau kesehatan mereka seperti menggunakan toilet pintar (smart toilet) untuk mengawasi kesehatan mereka (63 persen).
"Secara historis, perempuan telah menjadi pengguna teknologi yang sangat antusias ketika teknologi mampu memecahkan masalah, membantu kita mengatur hidup kita dan keluarga kita, serta membantu kita dalam penghematan dan perubahan waktu," kata Bell.
Penemuan juga membuktikan sikap masyarakat global pada persepsi tantangan inovasi teknologi yang ada saat ini terhadap para pemimpin teknologi dan hotspot.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa generasi milenia (usia 18 hingga 24) adalah generasi yang paling rendah antusiasnya terhadap teknologi saat ini, tapi optimistis terhadap teknologi masa depan yang memberikan pengalaman yang lebih pribadi.
"Sementara perempuan di pasar negara berkembang adalah yang paling optimistis tentang inovasi di bidang teknologi," kata Bell. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Divre II Sumbar salurkan lebih dari setengah miliar dana TJSL hingga November 2025
25 November 2025 14:52 WIB
Sehari setelah diresmikan Presiden, Deposito Emas Pegadaian tembus hampir setengah ton
28 February 2025 15:19 WIB
PLN dukung stimulus ekonomi dari pemerintah, 97% pelanggan rumah tangga peroleh diskon setengah harga
16 December 2024 22:38 WIB, 2024
Satu setengah bulan, Polisi Agam ungkap tujuh kasus penyalahgunaan narkotika
17 February 2023 16:50 WIB, 2023
Wolves perpanjang kontrak pemain keturunan Indonesia Justin Hubner dua setengah tahun
02 February 2023 6:46 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018