NATO Setuju Jadi Penasehat Pasukan Keamanan Libya
Selasa, 22 Oktober 2013 13:55 WIB
Brussels, (Antara/Reuters) - NATO, Senin, menyetujui permintaan Libya untuk menjadi penasehat negara itu dalam upaya memperkuat pasukan keamananannya serta memberikan dukungan yang diperlukan oleh negara yang masih memiliki milisi kuat tersebut.
Masih terdapatnya sejumlah kelompok bersenjata kuat di negara itu telah memicu kekhawatiran jika Libya akan jatuh ke dalam anarki.
Perdana Menteri Libya Ali Zeidan meminta NATO untuk memberikan nasehat teknis dan membantu pelatihan pada bulan Mei. Aliansi itu kemudian mengirimkan ahli ke negara itu untuk melihat bagaimana mereka bisa membantu Libya.
Permohonan bantuan itu menjadi mendesak dengan penculikan singkat Zeidan oleh anggota milisi bulan ini.
Dua tahun setelah jatuhnya Muammar Gaddafi dalam suatu aksi pemberontakan yang terinspirasi oleh gerakan kebangkitan Arab, pemerintahan rapuh Libya menjadi lumpuh oleh pertikaian dan ketidakmampuan untuk melucuti mantan pejuang milisi di negara itu yang memperoleh senjata dari pemerintahan sebelumnya yang telah berlangsung selama empat dasawarsa itu.
"Sekutu telah setuju untuk menanggapi secara positif permintaan Perdana Menteri Libya itu agar NATO memberikan saran tentang pembangunan lembaga pertahanan di Libya," kata NATO dalam sebuah pernyataan.
Aliansi 28 negara itu menyatakan akan membentuk sebuah "tim penasehat kecil" untuk membantu Libya. Para pejabat NATO hanya memberikan sedikit penjelasan tentang misi itu atau berapa banyak penasihat yang akan terlibat .
Sebuah sumber NATO menunjukkan peran mereka akan terbatas pada memberikan saran bagi upaya memperkuat pasukan keamanan daripada pelatihan langsung.
Tim itu akan berbasis di Brussels dan tidak akan memiliki kehadiran permanen di Libya , kata sumber itu .
NATO mengatakan penasihatnya akan bekerja dalam koordinasi yang erat dengan organisasi internasional lainnya dan anggota NATO individu.
NATO memainkan peran penting dalam menumbangkan Gaddafi . Aliansi barat memberlakukan zona larangan terbang dan menggunakan kekuatan udara untuk mencoba mencegah pasukan Gaddafi menyerang wilayah sipil yang dikendalikan oleh pemberontak. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menpora kawal naturalisasi Eliano-Mees setelah Komisi III DPR setuju
18 September 2024 9:47 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018