Menlu: Hubungan AS-Mesir Sedang Berada di Fase "Sulit"
Kamis, 17 Oktober 2013 5:32 WIB
Kairo, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy mengakui dalam wawancara yang diterbitkan Rabu bahwa hubungan negaranya dengan Washington saat ini berada dalam fase yang "sulit" setelah Amerika Serikat menunda bantuan militernya sebagai respon kudeta 3 Juli lalu.
Fahmy mengatakan pemerintah Amerika Serikat telah melebih-lebihkan pengaruh bantuan keuangannya terhadap kebijakan dari pemerintah sementara yang dibentuk oleh militer setelah menjatuhkan presiden yang terpilih secara demokratis, Muhammad Moursi.
"Kami saat ini sedang berada dalam fase yang sulit yang nampak dalam gejolak hubungan antara kedua negara. Dan siapa pun yang mengatakan hal berbeda, maka dia berbicara dengan tidak jujur," kata Fahmy dalam wawancara dengan harian milik pemerintah Al-Ahram.
Fahmy menyatakan Washington telah salah karena mengasumsikan bahwa penundaan pengiriman bantuan peralatan militer utama dan uang sebesar 260 juta dolar AS akan memengaruhi kebijakan pemerintah sementara.
Dia menyalahkan kondisi sulitnya hubungan dua negara pada ketergantungan terhadap bantuan Amerika Serikat pada masa rezim Husni Mubarok, yang dijatuhkan dari kekuasaannya setelah tiga dekade berkuasa pada 2011.
"Pada masa lalu kita telah memilih pilhan yang mudah dan tidak membiarkan adanya perbedaan pendapat... Hal ini membuat Amerika Serikat secara salah meyakini bahwa Mesir akan selalau mengikuti kebijakan-kebijakan Washington," kata Fahmy. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puan Amini Pernyataan Prabowo soal Hubungan PDIP dan Gerindra : Dari Dulu Kakak-Adik
24 July 2025 4:57 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018