Tokyo (ANTARA/AFP) - Tidak akan ada pertemuan puncak antara Tokyo dan Seoul di sela-sela pertemuan regional ASEAN yang dimulai pada akhir pekan karena Jepang akan menyelenggarakan pemilihan umum, kata satu laporan Jumat. Korea Selatan telah menyatakan bersedia melanjutkan pertemuan di Kamboja sejak Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengumumkan ia membubarkan majelis rendah untuk pemilihan umum 16 Desember, kata Kyodo News, mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya. Kedua negara akan menunggu sampai perdana menteri Jepang berikutnya bekerja untuk memperbaiki hubungan yang memburuk berkaitan dengan kedaulatan gugusan pulau, kata laporan itu. Tak seorang pun dari departemen yang mengawasi hubungan dengan Seoul yang bersedia untuk segera berkomentar. Korea Selatan akan mengadakan pemungutan suara pada pertengahan Desember untuk memilih presiden baru. Laporan-laporan itu muncul setelah Perdana Menteri India Manmohan Singh membatalkan kunjungannya ke Jepang karena pemilu mendatang. Pertemuan puncak tahunan Jepang-China-Korea Selatan di sela-sela pertemuan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendatang di Kamboja juga terlihat tidak mungkin. Di tengah berlanjutnya ketegangan dalam hubungan-hubungan antara Tokyo dan negara-negara tetangganya, China, diduga tuan rumah pembicaraan tahun ini, belum menyelenggarakan kebiasaan pertemuan tahunan, kata seorang diplomat Jepang pada awal pekan ini. Para pemimpin dari tiga raksasa Asia Timur itu telah mengadakan pembicaraan segitiga setiap tahun sejak tahun 1999 di sela-sela pertemuan KTT tahunan ASEAN. Pertemuan antara Jepang dan China serta antara Jepang dan Korea Selatan terjadi hampir setiap tahun pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. (*/wij)