35 Tewas, 163 Cedera Dalam Serangan di Irak
Senin, 7 Oktober 2013 8:56 WIB
Baghdad, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 35 orang tewas dan 163 orang lagi cedera dalam gelombang kerusuhan dan serangan di seluruh Irak pada Ahad (6/10), kata polisi.
Sebanyak tujuh orang tewas dan 13 orang lagi cedera pada Ahad malam, ketika dua bom mobil meledak di dekat satu tempat ibadah di Daerah Baghdad Baru di bagian timur Ibu Kota Irak tersebut, kata satu sumber polisi kepada Xinhua.
Pada Ahad pagi, seorang pembom bunuh diri meledakkan rompi peledaknya di tengah peziarah Syiah di Kabupaten Seliekh di bagian utara Baghdad, menewaskan 12 orang dan melukai 25 orang lagi.
Serangan itu terjadi saat ribuan peziarah berjalan dari beberapa kabupaten lain Baghdad dalam acara untuk mengenang wafatnya Imam Mohammed Al-JAwad, yang kesembilan dari 12 Imam utam Syiah. Makam Al-Jawad berada di pusat bagian kuno tempat suci Syiah, Kadhimiyah.
Di Irak Utara, sebanyak 15 orang tewas dan tak kurang dari 122 orang lagi cedera pada Ahad pagi, ketika dua bom mobil bunuh diri meledak di satu desa di dekat Kota Tal Afar di Provinsi Nineveh, kata Abdul-Aal Al-Abbasi, pejabat di pemerintah lokal di kota tersebut, kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.
"Beberapa laporan mengatakan sebanyak lima polisi, kepala sekolah dan sembilan siswa tewas dan 122 orang cedera dalam dua pemboman mobil bunuh diri di dekat satu sekolah dan satu kantor polisi di Desa Qabat," kata Al-Abbasi.
Kebanyakan korban cedera adalah siswa dan banyak dari mereka berada dalam kondisi kritis, tambah Al-Abbasi.
Salah satu ledakan terjadi ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan satu truk yang berisi peledak di dekat satu sekolah dasar di Desa Turkoman, yang kebanyakan warganya pemeluk Syiah di Kota Tal Afar, sekitar 430 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, katanya.
Masih pada Ahad, satu bom mobil meledak di dekat satu patroli pasukan keamanan Kurdi Irak, Asayish, di Kirkuk, sekitar 250 kilometer di sebelah utara Baghdad, menewaskan seroang prajurit dan melukai tiga orang lagi, kata satu sumber polisi kepada Xinhua.
Irak menyaksikan letusan terburuk kerusuhan dalam beberapa tahun belakangan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa negeri tersebut akan terperosok kembali ke dalam perang saudara besar-besaran yang mencapai puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika jumlah korban jiwa per bulan kadangkala lebih dari 3.000.
Misi Bantuan PBB untuk Irak telah menyatakan hampir 6.000 warga sipil tewas dan lebih dari 14.000 orang lagi cedera di Irak dari Januari sampai September tahun ini. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018