Dahlan: Direksi PLN harus Berani Dituding Inefisiensi
Kamis, 3 Oktober 2013 14:55 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan Direksi PT PLN harus berani mengambil langkah darurat mengatasi krisis listrik, meskipun akan menghadapi risiko tuduhan inefisiensi.
"Direksi PLN harus berani, seperti yang pernah saya lakukan ketika menjabat Dirut PLN. Meskipun akhirnya saya dituduh inefisiensi bahkan dituduh korupsi, tapi terbukti krisis listrik dapat diatasi," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Pusat PT Sarinah (Perseo), Jakarta, Kamis.
Menurut Dahlan, untuk mengatasi krisis listrik memang dibutuhkan waktu panjang, tidak cukup 2 tahun.
"Kalau bangun pembangkit listrik butuh 10 tahun, bangun pembangkit dengan bahan bakar batubara butuh waktu 3 tahun," ujarnya.
Ia menuturkan, dalam kondisi seperti sekarang ini dimana di sebagian wilayah Indonesia rakyat sudah menderita akibat kekurangan listrik, Direksi PLN harus cepat mengambil langkah.
Diketahui, krisis listrik terjadi di Sumatera Utara dan Riau yang terpaksa listrik harus dipadamkan, sehingga memicu gelombang protes masyarakat di wilayah itu.
Parahnya pemadaman listrik di Sumatera Utara bisa mencapai tiga kali dalam sehari.
Untuk itu Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho memutuskan melapor ke Presiden SBY, mendesak Pemerintah pusat memberi prioritas utama penyelesaian kondisi listrik dan energi di Sumut.
Menurut Dahlan, solusi jangka pendek mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara adalah dengan menyewa genset.
"Walaupun dengan risiko dituduh melakukan inefisiensi, penyewaan genset harus dilakukan," ujarnya.
Ia menambahkan, meski demikian pada praktiknya hal itu tidak semudah yang dibayangkan, karena harus ditempatkan di lahan yang rata, dan titik penempatannya juga harus tepat.
"Bukan soal harga sewa, tapi lebih pada adanya tuduhan dikemudian hari melakukan inefisiensi. Solusi penggunaan genset bisa untuk mengatasi listrik selama 6 bulan, tapi sebelumnya harus ada keputusan untuk membangun pembangkit baru," ujarnya.
Ada juga solusi lain, mengalirkan listrik dari daerah lain yang surplus, seperti Palembang, dan Lampung.
"Tapi lagi-lagi masalah waktu, butuh 2 tahun membangun infrastrukturnya, tegas Dahlan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh
21 December 2025 13:16 WIB
Turun langsung ke Padang, Direksi BTN salurkan bantuan lewat universitas dan pemda
01 December 2025 10:42 WIB
Jajaran Direksi Elnusa Petrofin Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 50 Most Innovative CEO & CFO Awards 2025
14 October 2025 18:19 WIB
Resmi! Pansel Dewas dan Direksi BPJS 2026--2031 dibentuk, seleksi dimulai pekan ini
14 October 2025 9:12 WIB
Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan kunjungi Wali Kota Solok perkuat sinergi layanan JKN
27 August 2025 14:27 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018