Kementerian PAN-RB: Jangan Percaya Calo CPNS
Minggu, 29 September 2013 17:06 WIB
Jakarta, (Antara) - Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tasdik Kinanto mengimbau para pelamar calon pegawai negeri sipil untuk tidak mempercayai praktik percaloan yang menjanjikan memuluskan penerimaan CPNS.
"Kami prihatin masih ada masyarakat yang percaya dengan ulah calo-calo PNS. Padahal pemerintah sudah berupaya maksimal untuk menutup semua peluang percaloan dalam seleksi CPNS," katanya di sela-sela memantau pelaksanaan tes CPNS di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Jakarta, Minggu.
Salah satu upaya yang dilakukan, menurut dia, adalah dengan menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang koordinasinya dikendalikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).
Pihaknya juga mengapresiasi kinerja Ombudsman RI dalam melakukan pengawasan terhadap praktik korupsi, kolusi, nepotisme dan bentuk kecurangan lain selama proses penerimaan seleksi CPNS.
Menurut laporan Ombudsman RI Perwakilan Yogyakarta, sejumlah orang telah melaporkan penipuan yang dilakukan oknum calo CPNS di sejumlah kabupaten/kota, seperti Boyolali dan Magelang.
Oknum tersebut minta korban untuk membayar sejumlah uang tertentu, mulai dari Rp35 juta hingga Rp260 juta. Besaran nilai uang "pelicin" tersebut bervariasi, untuk lulusan SMA sebesar Rp150 juta, lulusan S1 mencapai Rp175 juta dan mutasi pegawai Rp30 juta.
Total uang yang diserahkan kepada sindikat calo PNS tersebut sudah mencapai Rp2,664 miliar.
Terkait praktik percaloan tersebut, Pemerintah berupaya menekan tindak kecurangan penerimaan CPNS dengan mengadakan tes penerimaan menggunakan sistem dengan perangkat komputer atau "computer assisted test" (CAT).
Untuk penerimaan CPNS Tahun 2013, sebanyak 70 kementerian, lembaga pemerintah dan pemerintah daerah telah menerapkan sistem CAT tersebut. Sedangkan untuk Penerimaan Tahun 2014 diharapkan seluruh instansi Pemerintah sudah dapat menerapkan sistem tersebut.
Badan Kepegawaian Negara (BKN), selaku lembaga yang memunculkan sistem CAT, sudah memiliki sebanyak 740 unit perangkat CAT yang tersebar di Kantor BKN Pusat dan 12 kantor BKN regional.
"Sebenarnya tidak ada yang sulit untuk penerapan CAT ini, karena semua kementerian, lembaga pemerintah maupun pemerintah daerah sudah memiliki infrastruktur komputer yang memadai," kata Bima Haria saat memantau hari pertama pelaksanaan tes kompetensi dasar (TKD) di Kementerian PAN-RB.
CAT sendiri diklaim oleh Pemerintah sebagai media yang menjamin transparansi dalam seleksi penerimaan CPNS di lingkungan lembaga pemerintah dan pemda, karena mekanisme pengerjaannya langsung menggunakan perangkat komputer. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PAN Sumbar bagikan 80 ton beras hingga 30 unit ambulans gratis bagi masyarakat
14 September 2025 20:04 WIB
Atlet China Pan Zhanle pecahkan rekor dunia untuk raih emas gaya bebas
01 August 2024 9:34 WIB, 2024
Bulatkan tekat maju di Pilkada 2024, Mustika Yana mendaftar ke Nasdem dan PAN Pasaman Barat
02 May 2024 22:32 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018