AS Masukkan Dua WNI ke Daftar Terduga Teroris
Sabtu, 21 September 2013 18:32 WIB
Jakarta, (Antara) - Pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Keuangannya memasukkan dua warga negara Indonesia (WNI) ke dalam daftar terduga teroris yang diduga berperan dalam penggalangan dana untuk aktivitas teror.
"Ancaman teror dari kelompok dua orang tersebut signifikan. Kami akan terus melanjutkan upaya untuk melindungi sistem finansial internasional dari aktivitas mereka," kata David S. Cohen, Pejabat Tinggi Kementerian Keuangan untuk Masalah Terorisme dan Intelejen Keuangan pada keterangan pers yang dimuat di laman resmi Kementerian Keuangan AS, dipantau pada Sabtu dari Jakarta.
Kedua terduga teroris itu, menurut pemerintah AS berinsial S.A.S dan A.A.M yang terlibat dalam organisasi yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda.
Cohen menyebutkan pihaknya akan berusaha untuk menghambat segala aktivitas penggalangan dana yang dimaksudkan untuk tindakan kekerasan oleh kedua orang tersebut.
Menurut pernyataan pers tersebut, semua aset dari kedua orang tersebut di AS akan dibekukan dan semua warga AS dilarang melakukan hubungan bisnis dengan S.A.S dan A.A.M
Menurut pemerintah AS, S.A.S terlibat dalam menyediakan dana finansial, dukungan teknologi dan juga perekrutan anggota untuk aktivitas teror.
"S.A.S juga terlibat dalam pelatihan untuk aksi terorisme pada 2010 di Aceh, Indonesia yang di bawah pemimpin Joko Pitono alias Dulmatin dan merekrut banyak militan dari berbagai daerah," kata pernyataan pers tersebut.
Sedangkan A.A.M, menurut tuduhan pemerintah AS, telah terlibat dalam perekrutan militan, pemasokan senjata dan peretesan dunia maya.
"A.A.M menyumbang 2,000 US Dollar untuk kamp paramiliter di Aceh pada 2010," kata pernyataan tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arne Slot jelaskan alasan tidak masukkan Isak ke dalam skuad lawan Burnley
15 September 2025 9:09 WIB
Pemkab Pasaman Barat masukkan 20 persen anggaran ketahanan pangan dari dana desa
16 June 2025 17:45 WIB
Lapas Suliki masukkan budidaya lele sebagai program pembinaan narapidana
17 November 2024 7:28 WIB, 2024
KPU Sumbar serap masukkan dari masyarakat terkait rumusan pemungutan suara
26 June 2023 18:36 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018