BMKG: Awan di Medan Bukan Abu Sinabung
Kamis, 19 September 2013 15:44 WIB
Medan, (Antara) - Kondisi berawan yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya bukan abu dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang mengalami letusan sejak 15 September.
Kabid Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Kamis, mengatakan, kondisi berawan itu memang perkembangan cuaca Sumut yang sedang memasuki musim penghujan.
Dengan keberadaan musim tersebut, Kota Medan dan sekitarnya berpelung menerima curah hujan yang diawali dengan banyaknya pertumbuhan awan.
Namun dengan tiupan angin barat, curah hujan tersebut berpeluang turun pada sore hingga malam hari.
BMKG memprakirakan kondisi berawan di Kota Medan dan sekitarnya tersebut akan berlangsung hingga Oktober yang merupakan puncak curah hujan kedua.
Hendra membantah jika kondisi berawan tersebut karena abu erupsi Gunung Sinabung di Karo yang terbawa angin hingga ke Medan.
Ia mengatakan, letusan Gunung Sinabung yang sempat terjadi dua kali yakni Minggu (15/9) dan Selasa (17/9) tersebut relatif sehingga abunya tidak terlalu banyak.
Selain itu sebaran abu erupsi gunug tersebut juga kecil. "Hanya radius 3 km," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG terus pantau pertumbuhan awan konvektif di sekitar Gunung Marapi
09 November 2024 11:38 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018