Yangon, (Antara/Xinhua-OANA) - Myanmar akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN mengenai narkotika di Yangon dari 24 sampai 27 September, demikian laporan media resmi pada Sabtu. Pertemuan itu akan dihadiri oleh pejabat senior dari Sekretariat ASEAN, negara anggota ASEAN, wakil dari negara mitra dialog ASEAN --China, Jepang, Korea Selatan dan India-- serta pejabat tinggi dari Badan Pelaksana Obat AS (DEA), Polisi Federal Australia (AFP) dan Kantor PBB Urusan Obat dan Kejahatan (UNODC), kata New Light of Myanmar. Produksi opium telah meningkat di Myanmar dari tahun ke tahun, sehingga pemerintah melakukan tindakan termasuk mendidik penanam popi agar menghentikan produksi dan melakukan pembangunan alternatif regional. Pemerintah telah menambahkan lima tahun pada rencana 15-tahun penghapusan narkotika (1999-2015), dan memperpanjang rencana tersebut sampai 2019, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam. Pemerintah juga melaksanakan proyek pembangunan pilihan di berbaga daerai popi, yang dimusnahkan, melalui kerja sama dengan Kantor PBB Urusan Narkotika dan Kejahatan (UNODC) dan pemerintah Thailand serta China. Pada 2012, pemerintah menghukum 5.740 pelanggar sehubungan dengan 4.006 kasus yang berkaitan dengan narkotika. (*/sun)