Berlin, (Antara/Xinhua-OANA) - Vodafone Jerman, Kamis, menyatakan salah satu servernya diretas dan data dua juta nasabahnya dicuri. Pelakunya memperoleh akses ke nama, alamat, tanggal lahir, gender dan nomor rekening bank nasabah, kata opeator telepon genggam yang berpusat di Dusseldorf di dalam satu pernyataan. Namun ia menambahkan peretas itu tak bisa memperoleh koneksi data, nomor telepon genggam, nomor PIN, kata kunci, atau informasi kartu kredit nasabah. Hanya nasabah di Jerman yang terpengaruh, dan mereka sudah diberitahu, kata perusahaan tersebut. Vodafone menyatakan nyaris tak mungkin bagi pelaku untuk "menggunakan data curian untuk memperoleh akses langsung ke rekening bank nasalah yang terpengaruh", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis petang. Namun ia memperingatkan bahwa serangan pencurian lain seperti surel palsu yang berusaha memperoleh kata kunci dan informasi kartu kredit mungkin terjadi. Serangan tersebut diketahui dan segera dihentikan, dan dilaporkan ke penyelia Jerman serta lembaga kehakiman, kata Vodafone. Perusahaan itu menduga serangan tersebut dilancarkan oleh seseorang yang "memiliki pengetahuan dalam dan energi kejahatan yang tinggi". Seorang tersangka telah diidentifikasi oleh para penyelidik, kata Voadafone, tanpa memberi keterangan lebih terperinci. (*/jno)