Dahlan Tunjuk Ilham Jadi Dirut Baru SHS
Senin, 9 September 2013 12:39 WIB
Dahlan Iskan
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan telah mengangkat pejabat baru Direktur Utama PT Pertani, Ilham Setia Budi menggantikan Eddy Budiono yang dipecat karena menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus penyaluran benih hibrida di Kementerian Pertanian.
"Ilham sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Petro Kimia Kayaku, anak usaha Holding Pupuk Indonesia," kata Dahlan, sebelum mengikuti Raker dengan Komisi IX DPR soal "outsourcing" atau tenaga alih daya di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin.
Menurut Dahlan, surat pengangkatan Ilham sudah ditandatanganinya pada Sabtu (8/9).
Pada Kamis (5/9), Kejaksaan Agung menetapkan Eddy Boediono sebagai mantan Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS), bersama empat direktur SHS lainnya sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke tahanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Selain Eddy Boediono, empat direktur tersebut yaitu Yohanes Maryadi Padyaatmaja (YMP) mantan Direktur Produksi, Nizwar Syafaat (NS), mantan Direktur Litbang, HM Rachmat (R) mantan Direktur Keuangan dan Kaharudin Rahmat (KR) mantan Direktur Pemasaran.
Menurut Dahlan, selain Ilham secara resmi juga mengangkat Syahrul Khoiri menjadi direksi SHS menggantikan Nizwar yang juga terlibat dalam kasus yang sama.
Sebelumnya, ketika Dahlan masih berada di Boston, Amerika Serikat pekan lalu, mengirimkan rilis bahwa akan mempercepat pergantian direksi di SHS.
Dahlan Iskan mengatakan sesungguhnya dalam beberapa Rapat Pimpinan juga sudah diputuskan untuk melakukan tindakan ekstrim bagi PT SHS, dan termasuk PT Pertani dengan cara menggabungkan dua perusahaan tersebut di bawah perusahaan BUMN yang kuat yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
"Kondisi dua BUMN Pertanian tersebut sangat memprihatinkan dengan masa lalu yang sangat rapuh yang menggantungkan bisnis kepada proyek-proyek Kementerian Pertanian," tegasnya.
Kedua perusahaan itu diutarakan Dahlan, dalam setahun terakhir sudah dicoba diperbaiki dengan cara normal, dengan suntikan modal dan pergantian direksi, namun tidak berhasil.
"Padahal Indonesia sebagai negara pertanian, BUMN harusnya memiliki bisnis pertanian, khususnya beras yang kuat," tegas Dahlan.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkuat pengawasan internal, Bupati Dharmasraya tunjuk jaksa jabat inspektur daerah
10 February 2026 13:00 WIB
Prabowo tunjuk Sjafrie Sjamsoeddin sebagai menko polkam ad interim per 8 September
09 September 2025 18:30 WIB