Washington, (Antara/AFP) - Dengan melambaikan tanda-tanda dan plakat-plakat, sekitar 200 pengunjuk rasa berkumpul di Gedung Putih Sabtu sebelum berbaris ke Capitol Hill, dalam demonstrasi menentang kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Suriah. Unjuk rasa siang itu adalah salah satu dari demonstrasi di beberapa kota yang direncanakan di seluruh Amerika Sabtu dan menjelang protes yang direncanakan lebih besar di Washington pada Senin. "Pejabat-pejabat Kongres sedang dibanjiri telepon, fax dan email," kata Sarah Sloan, dari Koalisi ANSWER - kelompok yang mengorganisir protes - dalam satu pernyataan sebelum demonstrasi. "Para pejabat Kongres melaporkan bahwa dengan selisih 100:1, orang-orang mengatakan para wakil terpilih dari distrik mereka harus memilih resolusi tidak ada perang," tambahnya. "Karena perpecahan jauh di dalam pendirian politik, apakah orang-orang itu dapat membuat perbedaan besar," katanya. Protes-protes itu diadakan ketika bangsa terbagi tajam atas upaya Presiden Barack Obama untuk melancarkan serangan militer guna menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad atas tuduhan serangan senjata kimia terhadap bangsanya. Obama menyatakan dalam pidato mingguannya Sabtu pagi bahwa "kita tidak bisa menutup mata terhadap gambar seperti yang kita lihat dari Suriah." Dia mendapat penjelasan sorenya oleh Kepala Stafnya Denis McDonough mengenai konsultasi terbaru dengan para anggota parlemen tentang suara yang akan datang mengenai tindakan militer di sana, menurut seorang pejabat Gedung Putih. Pejabat itu mengatakan Obama berencana untuk melakukan pembicaraan telepon dengan para anggota Kongres selama akhir pekan, untuk mendesak mereka mendukung serangan militer yang diusulkan, yang telah menemui penentangan di publik AS dan di Kongres. Kongres bersidang pada Senin, dan Obama berpidato secara nasional pada hari berikutnya tentang kemungkinan respon AS untuk serangan 21 Agustus yang menewaskan ratusan orang di pinggiran Damaskus. (*/jno)