Vilnius, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry terbang ke Ibu Kota Lituania, Vilnius, Jumat malam, untuk melakukan pembicaraan dengan para menteri Uni Eropa guna mencari dukungan untuk penyerangan ke Suriah. Dalam lawatan ke 14 sejak menjabat sebagai diplomat tertinggi AS selama tujuh bulan, Kerry juga akan melanjutkan perjalanan ke Paris dan London untuk bertemu dengan para pemimpin negara Arab termasuk Presiden Palestina Mahmud Abbas. Selain pembicaraan dengan pimpinan Lituania pada Sabtu, Kerry juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan tak rersmi dengan para Menlu UE, kata perempuan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lithuania Jen Psaki. Mereka direncanakan membicarakan masalah "Timur Tengah, termasuk Suriah, Mesir dan masalah yang tengah berjalan tentang perundingan Palestina-Israel", kata Psaki. Kerry mengatakan tujuannya di Vilnius adalah "untuk meletakkan dasar-bukti yang kami kumpulkan dan mencari dukungan yang lebih luas mengenai tanggapan militer terbatas guna mencegah sejim Assad menggunakan serangan dengan senjata kimia lagi". Pada Sabtu, Kerry juga dijadwalkan menuju ke Paris untuk menemui pejabat Prancis. Meskipun Parlemen Inggris memberikan suara untuk menentang segala bentuk aksi militer, pemerintah Prancis masih bimbang mengenai sanksi militer yang akan diterapkan AS terhadap Suriah. Presiden AS Barack Obama menyerukan aksi tersebut setelah ada dugaan serangan senjata kimia bulan lalu di Damaskus yang telah menewaskan 1.400 korban. Kerry yang pernah menjabat sebagai letnal AL di Vietnam dan sangat gigih menyerukan antiperang, sedang berusaha menjelaskan bagaimana ia sekarang bisa memimpin delegasi AS mengenai serangan ke Suriah. "Jawabannya adalah, saya kembalikan kepada hati nurani saya tahun 1971 dan saya berbicara dengan hati nurani saya tahun 2014," tulisnya pada Huffington Post. "Jangan lagi ada kesalahan: bila ada lagi Vietnam, Irak di atas meja di ruangan ini, saya tidak akan duduk sebagai saksi di depan kongres." "Saya menghasilkan dua tahun dalam hidup saya bekerja untuk menghentikan perang di Vietnam dan menambah musuh juga kehilangan teman-teman karena keputusan untuk menyuarakan pendapat saya," tulisnya. "Maka saya tidak akan mencapai pendapat mengenai pemakaian kekuatan militer di manapun tanpa refleksi yang nyata. Saya melakukannya dengan alasan yang berdasarkan fakta." Pada Ahad, di Paris, Kerry juga direncanakan bertemu dengan pemimpin Liga Arab untuk mendapat data terbaru tentang situasi Suriah dan perkembangan proses perundingan damai Palestia-Israel. (*/sun)