Inggris: Kami Punya Bukti Baru Gas Beracun di Suriah
Jumat, 6 September 2013 14:06 WIB
London, (Antara/RIA Novosti/AP) - Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan ilmuwan Inggris menemukan bukti baru bahwa gas beracun digunakan pada bulan lalu di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus.
Dalam wawancara dengan BBC pada Kamis, Cameron mengatakan sampel dari Suriah telah diperiksa oleh para ahli di England's Porton Down Laboratory.
Cameron berbicara dari St Petersburg, di mana para pemimpin dunia berkumpul untuk Konferensi Tingkat Tinggi G20. Dia mengatakan, dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah itu diperkirakan akan menjadi agenda tertinggi di G20.
Seorang juru bicara kantor Cameron mengatakan, contoh-contoh itu terdiri pakaian dari salah satu korban yang dilaporkan dan tanah yang diambil dari daerah tersebut.
Tetapi dia menolak untuk mengomentari bagaimana atau kapan bukti-bukti itu dijadikan alasan bagi Inggris, mengutip kekhawatiran keamanan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Upaya jalankan reforma agraria yang pro rakyat, Menteri Nusron: Kami belum teken satu pun perpanjangan HGU
25 September 2025 18:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018