Moskow: Serangan AS di Suriah Ancam Keamanan Nuklir
Kamis, 5 September 2013 8:23 WIB
Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Kementerian Luar Negeri Rusia Rabu mendesak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menganalisis risiko potensial operasi militer Amerika Serikat di Suriah, dan mengatakan serangan seperti itu akan mengancam keamanan nuklir di seluruh Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Alexander Lukashevich mengatakan dalam satu pernyataan, bahwa operasi semacam itu di Suriah "dapat mempengaruhi target sensitif dalam hal keamanan nuklir dan non-proliferasi nuklir," termasuk Miniature Neutron Source Reactor (MNSR) dekat Damaskus.
Dia mengatakan, "konsekuensi akan menjadi bencana" jika MNSR tersebut yang terkena sasaran peluru kendali AS.
Potensi risiko ini berbuntut "kemungkinan kontaminasi di wilayah terdekat dengan uranium yang diperkaya dan produk peluruhan radioaktif serta de-facto adanya ketidakmungkinan untuk memastikan kontrol dan keamanan bahan nuklir di objek ini," katanya.
"Untuk mencegah peristiwa dari giliran situasi negatif ini, kami sangat mendesak sekretariat IAEA untuk segera bereaksi terhadap situasi dan untuk memberikan kepada negara-negara anggota analisis risiko yang berkaitan dengan serangan udara pada MNSR dan benda-benda lainnya di Suriah," kata pernyataan itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AJI-INTERES nobar dan diskusi bertajuk "Tetap kritis dalam ancaman serangan digital"
20 August 2025 11:40 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018