Menlu: Mesir Takkan Ikut dalam Serangan Militer Terhadap Suriah
Kamis, 29 Agustus 2013 17:11 WIB
Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri luar negeri Mesir, Kamis, mengatakan Kairo takkan ikut dalam serangan militer terhadap Suriah, meskipun Mesir menentang dan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh pihak manapun.
"Mesir takkan ikut dalam setiap operasi militer terhadap Suriah, dan dengan kuat menentang campur tangan militer di negeri tersebut," kata Nabil Fahmy sebagaimana dikutip kantor berita resmi Mesir, MENA.
Diplomat senior itu kembali menyampaikan seruan kepada masyarakat internasional agar menyeret ke pengadilan orang yang bertanggung-jawab atas "aksi kejam" semacam itu, dengan dasar laporan tim penyelidik PBB.
Mensahkan kekerasan dalam hubungan internasional ditolak dalam segala kasus kecuali untuk bela diri, kata Fahmy sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis petang.
"Mesir mendesak semua pihak di Suriah dan masyarakat internasional agar mengaktifkan Konferensi Jenewa II untuk mencapai penyelesaian politik, yang dapat mengakhiri krisis Suriah, memelihara persatuannya, dan menganggapi aspirasi rakyatnya," kata Fahmy.
Satu tim pemeriksa PBB yang menyelidikan serangan gas di Suriah akan meninggalkan negara Arab tersebut pada Sabtu pagi, kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Wina, Kamis.
Oposisi Suriah telah menuduh pemerintah Presiden Bashar al-Assad melakukan "pembantaian" yang tak pernah terjad sebelumnya dengan menggunakan gas beracun, tuduhan yang dengan keras dibantah oleh Pemerintah Suriah. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mesir melangkah ke semifinal Piala Afrika 2025 setelah tumbangkan Pantai Gading 3-2
11 January 2026 6:29 WIB
Lima pelajar asal Pariaman lanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir dan Arab Saudi
12 September 2025 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018