Benghazi, Libya, (Antara/Reuters) - Sebuah ledakan bom merobek seluruh dinding taman konsulat Mesir di kota Libya timur Benghazi pada Sabtu, melukai seorang penjaga keamanan misi dan membutuhkan perawatan rumah sakit, kata saksi mata. Mereka mengatakan sedikitnya lima anak-anak juga terlukai oleh serpihan kaca yang beterbangan dari dari ledakan, yang meniup jendela-jendela dan secara signifikan merusak sebuah gedung yang berhadapan dengan konsulat dan kendaraan. Tidak ada pihak yang segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Saksi mata mengatakan bom tersebut ternyata disembunyikan di dalam tas. Polisi mengepung tempat kejadian pada saat penyidik ¿¿menyisir daerah itu untuk mencari petunjuk. Mereka kemudian membuka kembali jalan tetapi dijaga ekstra ketat oleh polisi di luar konsulat. Pasukan keamanan Mesir sedang melakukan tindakan keras terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin setelah mengusir Presiden Mohamed Moursi bulan lalu. Setidaknya 800 orang telah tewas dalam tiga hari kekerasan setelah pasukan keamanan membubarkan kamp protes Ikhwanul Muslimin di Kairo yang dibentuk untuk menuntut pemulihan Moursi. Kelompok-kelompok Islam di Timur Tengah telah mengutuk tindakan keras itu dan beberapa telah melakukan protes di negara mereka sendiri. Pelanggaran hukum telah merusak sebagian besar wilayah Libya menyusul perang 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi. Benghazi telah melihat gelombang kekerasan dengan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan sasaran asing. Duta Besar AS Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya tewas di Benghazi tahun lalu setelah orang-orang bersenjata menyerang konsulat AS selama protes massa yang marah atas film yang mereka katakan menghina Nabi Muhammad SAW. (*/jno)