Jakarta, (Antara) - Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan tidak ada jamaah umroh Indonesia maupun negara lain yang tertular virus Corona (MERS CoV), berdasarkan data kementerian Kesehatan Arab Saudi. "Data dari kota Makkah tanggal 1-26 Ramadhan ada 29.409 jamaah umroh dari berbagai negara yang berobat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Makkah, tidak ada satu pun yang menderita infeksi MERS CoV," kata Tjandra melalui surat elektroniknya di Jakarta, Sabtu. Data dari kota Mekkah itu menunjukkan dari 29.409 pasien, 21.644 diantaranya mengalami kasus gawat darurat baik yang ringan maupun yang berat, 1.612 kasus berobat jalan dan 482 kasus masuk perawatan di rumah sakit. Sementara data dari kota Madinah menunjukkan bahwa dari tanggal 1-16 Ramadhan ada 102.442 jamaah berbagai negara yang beribadah di Masjid Nabawi dengan 19.931 diantaranya berobat ke instalasi gawat darurat RS di Madinah. "Tidak satu pun kasus yang ada di atas yang menderita infeksi MERS CoV, sebagian besar adalah kasus penyakit kronik yang sudah lama, yang sudah diderita dari negara masing-masing dan juga ada kasus-kasus heat stroke karena panasnya suhu udara," kata Tjandra mengutip laporan dari Arab Saudi. Arab Saudi tidak menemukan kasus baru infeksi MERS CoV sejak tanggal 1 Agustus 2013 dan kasus terakhir infeksi Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) itu adalah tiga orang yang dilaporkan ke WHO pada 1 Agustus 2013. Sedangkan Pasien pertama adalah wanita 67 tahun dari Riyadh, yang memang sudah punya penyakit kronik sebelumnya. Pasien pertama itu mulai sakit pada 25 Juli 2013 dan saat ini masih dirawat di Rumah sakit. Pasien itu juga tidak memiliki riwayat kontak dengan binatang dan tidak ada kontak dengan pasien MERS CoV lainnya. Sementara dua kasus lainnya adalah petugas kesehatan dari daerah Assir dan Riyadh yang memiliki gejala ringan dan memang ada riwayat kontak dengan pasien yang terinfeksi MERS CoV. Diseluruh dunia, sejak September 2012 sampai 15 Agustus 2013, WHO mencatat ada 94 kasus MERS CoV dengan 46 diantaranya (50 persen) meninggal dunia. Jamaah Diharap Waspada "Kedua informasi di atas tentu berita melegakan, hanya dalam menghadapi masa pemberangkatan jamaah Haji maka tentu kita harus terus waspada," kata Tjandra. Kementerian Kesehatan disebut Tjandra telah melakukan persiapan terutama bagi petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), sistem pelayanan kesehatan selama di Arab Saudi dan juga melakukan penyuluhan pada jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci. "Selain itu, kami juga terus memantau ketat perkembangan infeksi MERS CoV serta kerjasama internasional melalui WHO dan lembaga-lembaga lain," kata Tjandra. Calon jamaah haji diminta untuk dapat menjaga kesehatan diri antara laun dengan selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Bagi jamaah yang telah memiliki penyakit kronik maka diminta untuk memeriksakan diri agar bisa tertangani dengan baik sebelum berangkat ke tanah suci. "Persiapkan juga bekal yang akan dibawa yang penting bagi kesehatan, misalnya masker, payung untuk menahan panas matahari, pakaian yang nyaman dan lainnya," ujar Tjandra. (*/jno)