Pakistan Tuduh India Bunuh Warga Sipil di Kashmir
Senin, 12 Agustus 2013 13:37 WIB
Islamabad, (Antara/AFP) - Pakistan pada Senin menuduh India membunuh seorang warga sipil dengan "penembakan tak beralasan" di Kashmir, yang terbaru dalam serangkaian bentrokan terakhir di wilayah Himalaya yang disengketakan itu.
Ketegangan berkobar lagi di lembah Kashmir yang dijaga ketat militer dengan kedua tetangga bersenjata nuklir menuduh satu sama lain mengenai penembakan lintas perbatasan.
Insiden terbaru terjadi ketika "pasukan India terpaksa dan tak beralasan menembak pada jam-jam larut malam Senin" di tiga wilayah di sepanjang perbatasan de facto yang dikenal sebagai Garis Pengawasan (LoC), kata seorang perwira militer.
"Pasukan Pakistan secara efektif menanggapi penembakan India itu," katanya, dan menambahkan bahwa satu warga sipil tewas "karena penembakan India yang tak beralasan".
Menteri Pertahanan India AK Antony Kamis mengisyaratkan kuat
adanya aksi militer di sepanjang LoC setelah Delhi menuduh pasukan Pakistan terlibat dalam penembakan mematikan yang menewaskan lima tentara India Senin lalu.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif berusaha meredakan ketegangan dengan India dengan mendesak kedua pihak untuk bekerja dengan cepat guna menopang gencatan senjata 10 tahun yang terancam oleh serangan terakhir.
Pada Minggu, Pakistan menuduh India menembaki pos perbatasan di Kashmir dan tetangga provinsi Punjab.
Wilayah Himalaya indah Kashmir terbagi antara India dan
Pakistan dan diawasi oleh LoC PBB, namun diklaim sepenuhnya oleh kedua negara.
Satu ketegangan mematikan di sepanjang LoC pada Januari menjadikan pembicaraan perdamaian terhenti.
Perundingan baru saja kembali setelah absen tiga tahun dipicu oleh serangan 2008 di Mumbai yang menewaskan 166 orang. India menyalahkan gerilyawan Pakistan untuk serangan itu.
Lebih dari selusin kelompok bersenjata telah memerangi pasukan India sejak tahun 1989, menuntut kemerdekaan Kashmir atau bergabung dengan Pakistan.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018