Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Kelalaian Intelijen Antisipasi Bom
Senin, 5 Agustus 2013 11:28 WIB
Saleh Partaonan Daulay
Jakarta, (Antara) - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay menyesalkan kelalaian intelijen negara dalam mengantisipasi peledakan bom di Vihara Ekayana, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu pukul 19.01 WIB.
"Kalau bom sudah meledak, yang pertama sekali dimintai pertanggungjawabannya, ya, tentu pihak intelijen. Mengapa mereka sampai kecolongan? Mengapa para pelaku peledakan sepertinya lebih pintar dari aparat intelijen? Aneh rasanya jika aparat intelijen kita tidak berdaya menghadapi kelompok-kelompok kecil seperti ini," kata Saleh, di Jakarta, Senin.
Pemerintah dinilainya gagal melindungi warga negara dari aksi-aksi kekerasan yang setiap saat masih selalu mengancam.
Aparat intelijen dari berbagai instansi keamanan negara, kata Saleh, sering terlambat melakukan pencegahan, padahal tindak kekerasan dengan menggunakan bahan peledak kerap kali terjadi.
Selain mengancam jiwa dan keselamatan warga negara, menurut dia, aksi-aksi kekerasan dengan modus peledakan rumah ibadah dikhawatirkan akan menyebabkan timbulnya disharmoni di kalangan umat beragama.
Akibatnya, lanjut dia, akan timbul saling curiga, benci, dan buruk sangka. Padahal, para tokoh agama dan tokoh masyarakat tidak pernah berhenti berusaha merekatkan kohesivitas sosial dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama.
Oleh karena itu, tambah Saleh, Pemuda Muhammadiyah meminta agar seluruh komponen umat beragama segera merapatkan barisan dan jangan sampai upaya memecah belah yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab ini meruntuhkan sendi-sendi kerukunan yang sudah terbangun kokoh di tengah masyarakat.
Selain itu, seluruh umat beragama diminta untuk saling membantu dalam mengungkap berbagai tindak kekerasan yang masih saja terus ada.
"Aparat kepolisian juga harus segera menangkap para pelaku peledakan bom tersebut. Apa pun motif dibalik aksi itu, para pelakunya nyata-nyata telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sangat penting jika kemudian para pelakunya ditangkap dan dijatuhi hukuman berat," ujar Saleh.
Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman mengatakan, ledakan terjadi sekali di Vihara Ekayana Jalan Mangga II/8 RT 08/08 Kelurahaan Duri Kepa, Jakarta. Barat, Minggu (4/5) pukul 19.01 WIB.
Sutarman menyebutkan ledakan tersebut diduga berasal dari
bahan peledak yang terjadi di sekitar pintu masuk vihara, namun jenis
ledakan tergolong kecil (low
explosive).
"Namun, tetap itu persoalan yang harus kita ungkap," ujar dia. Jenderal polisi bintang tiga itu menjelaskan, petugas kepolisian di lokasi kejadian masih mengumpulkan barang bukti berupa serpihan dari ledakan dan bungkusan koran.
Sutarman menyatakan, ledakan mengakibatkan seorang korban mengalami luka ringan pada bagian tangan, dan telah ditangani tim dokter.
Ian belum dapat memastikan kaitan ledakan itu dengan dugaan aksi terorisme, namun peristiwa tersebut diindikasikan untuk membuat ketakutan masyarakat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korda MBG Muhammadiyah Dharmasraya kunjungi penerima manfaat terpapar MBG, Ketua : bentuk dukungan moral
11 February 2026 4:14 WIB
PBNU dan Muhammadiyah tegaskan pelapor Komika Pandji Pragiwaksono bukan bagian organisasi
09 January 2026 13:51 WIB
Hadiri peringatan Milad di Dharmasraya, Kornas MBG tinjau persiapan operasional dapur
23 November 2025 18:49 WIB
Tokoh Muhammadiyah Gun Sugianto resmi terpilih jadi Ketua DEKOPIN Sumbar 2025-2030
30 October 2025 18:19 WIB
Wako Fadly Amran jadi narasumber di kuliah umum Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
04 October 2025 16:42 WIB
Sembilan dapur MBG Muhammadiyah Dharmasraya siap beroperasi, rekrut ratusan tenaga operasional
23 September 2025 9:15 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018