Hatta: Hentikan Ekspor Bahan Mineral Mentah
Rabu, 31 Juli 2013 16:39 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengimbau para pengusaha tambang agar menghentikan pengiriman dan penjualan bahan mineral mentah ke luar negeri.
"Kalau kita bicara soal membangun soal sumber daya alam, maka kita harus hentikan menjual bahan mineral mentah," ujar Hatta pada 'Dialog Nasional Audit Indonesia: Membangun Masa Depan Sumber Daya Alam Indonesia' di Jakarta, Rabu.
Ekspor sumber daya alam dalam bentuk bahan mineral mentah menurut Hatta hanya akan membuat Indonesia tidak beranjak dari julukan negara konsumen, karena industri yang tidak kunjung maju.
"Dengan mengelola sumber daya alam Indonesia dengan baik maka kita tidak perlu lagi bergantung pada negara lain sebagai konsumen, karena kita sendiri adalah produsen," ujar Hatta.
Menurut Hatta, Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa menjadi negara industri maju karena kekayaan alam yang melimpah.
"Ini sesungguhnya merupakan esensi dengan memproses sumber daya alam yang kita punya dengan menggunakan ilmu yang kita anak bangsa kita miliki. Dan kita punya banyak potensi sumber daya manusia yang unggul," tegas Hatta.
Ekspor sumber daya alam berupa mineral mentah secara tidak langsung juga membuat rugi pengusaha kecil Indonesia yang bergerak di sektor hilir, karena mereka tidak diberikan kesempatan untuk menjalankan usaha pengolahan sumber daya alam.
Imbauan ini dikatakan Hatta mendapat kecaman dari beberapa perusahaan tambang, dengan mengancam akan menghentikan proses produksi tambang.
"Silahkan saja mereka mengancam, negara ini tidak akan bangkrut karena itu," imbuh dia. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Aktivitas Tambang Bermasalah di Padang Pariaman
11 February 2026 11:07 WIB
Sesuai persetujuan ahli waris, Pemkab Pasaman Barat hentikan pencarian korban tertimbun longsor
10 December 2025 14:31 WIB
Empati korban bencana, Pemkot Payakumbuh minta masyarakat hentikan berbagai euforia
09 December 2025 14:39 WIB