Yerusalem, (Antara/AFP) - Dua roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza menghantam Israel selatan, Rabu, namun tidak menimbulkan kerusakan atau korban, kata seorang juru bicara kepolisian. "Roket-roket itu mendarat di daerah Eshkol," kata Luba Samri kepada AFP, dengan menambahkan bahwa "pasukan keamanan mencari sisa-sisanya". Sebuah roket menghantam daerah yang sama pada Minggu, dan dua lagi mendarat di Israel selatan pada Kamis pekan lalu, namun tidak ada korban atau kerusakan. Insiden saling serang terakhir antara Israel dan pejuang Gaza terjadi pada 25 Juni, ketika kelompok Jihad Islam menembakkan lima roket ke Israel yang dibalas dengan gempuran udara ke Gaza. Hamas bertanggung jawab memastikan bahwa kelompok-kelompok pejuang Palestina menghormati ketentuan gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang mengakhiri konfrontasi besar delapan hari dengan Israel tahun lalu. Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel -- empat warga sipil dan dua prajurit. Kekerasan itu meletus pada 14 November, dengan pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel. Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel, 421 diantaranya disergap oleh sistem anti-rudal Iron Dome. Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel dicapai Rabu (21/11), sehari setelah diplomasi bolak-balik yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon -- yang tercoreng oleh kekerasan lintas batas yang semakin mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza. Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr, yang berbicara pada jumpa pers bersama Hillary, mengatakan di Kairo, penghentian permusuhan Hamas-Israel mulai berlaku pada Rabu pukul 19.00 GMT (Kamis pukul 02.00 WIB). Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi. Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris. (*/sun)