Kemlu Suriah Kecam Keputusan EU Terhadap Hizbullah
Rabu, 24 Juli 2013 15:32 WIB
Damaskus, (Antara/SANA-0ANA) - Satu sumber resmi di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah Selasa mengecam keputusan menteri luar negeri Uni Eropa 'untuk menempatkan apa yang mereka sebut "sayap bersenjata Hizbullah Lebanon" pada daftar organisasi teroris.
Sumber tersebut menekankan bahwa keputusan itu muncul dalam menanggapi tuntutan AS dan Israel terhadap gerakan perlawanan di Lebanon dan dari negara-negara Arab lainnya.
"Hizbullah adalah bagian mendasar dariwajah nasional Lebanon dan menikmati popularitas yang luas di Lebanon," kata sumber itu, menyoroti efektif peran Hizbullah yang bermain di segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan politik Lebanon.
Sumber tersebut menekankan bahwa Hizbullah "memainkan peran positif dalam memperkuat persatuan nasional di dalam persaudaraan Lebanon," katanya menambahkan bahwa semua ini telah membuat Hizbullah menjadi target untuk negara dan kekuatan yang tidak memiliki niat baik terhadap Lebanon dan bangsa Arab.
"Suriah mengecam keras keputusan ini yang mendorong agresi dan pendudukan, dan menekankan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi semangat perlawanan yang dipimpin oleh Hizbullah untuk membebaskan Lebanon Selatan dari pendudukan Israel," kata sumber itu.
Dia menyatakan kecaman Suriah terhadap keputusan ini dan kekuatan yang berdiri di belakangnya adalah "pihak yang menargetkan masa kini dan masa depan bangsa Arab yang di dalamnya menyajikan persekongkolan Israel di wilayah tersebut." (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018