Dua Gerilyawan Farc Tewas Dalam Bentrokan di Kolombia
Selasa, 23 Juli 2013 8:08 WIB
Bogota, (Antara/AFP) - Dua gerilyawan kiri FARC tewas Senin dalam rangkaian terakhir dari gelombang bentrokan di Kolombia yang telah menewaskan 25 prajurit dan pemberontak pada akhir pekan, kata militer.
Kedua gerilyawan itu tewas selama pertempuran di daerah Cauca, Kolombia baratdaya, antara satuan elit angkatan darat dan sebuah kelompok FARC.
Sabtu, enam gerilyawan FARC dan empat prajurit tewas dalam bentrokan di daerah Caqueta, juga di Kolombia baratdaya.
Pada hari yang sama, 15 prajurit yang bertugas melindungi pipa saluran minyak tewas dalam serangan gerilya di Arauca, Kolombia timurlaut.
"Kami berduka bersama keluarga kelima-belas pahlawan yang mengorbankan hidup mereka di Arauca demi ketenteraman dan keselamatan penduduk lain," kata Presiden Juan Manuel Santos, Minggu.
Gelombang bentrokan itu telah menyulut kekhawatiran mengenai kelanjutan perundingan perdamaian yang dilakukan antara kedua pihak tahun ini.
Negosiasi antara pemerintah Santos dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dimulai lagi di Havana pada Januari setelah masa libur tiga pekan dan kedua pihak berjanji mempercepat perundingan untuk mengakhiri konflik terakhir di kawasan Amerika Latin itu.
Pemerintah Kolombia dan FARC memulai dialog di Oslo, ibu kota Norwegia, pada 18 Oktober yang bertujuan mengakhiri konflik setengah abad yang telah menewaskan ratusan ribu orang. Perundingan itu dilanjutkan sebulan kemudian di Havana, Kuba.
Tiga upaya sebelumnya untuk mengakhiri konflik itu telah gagal.
Babak perundingan terakhir yang diadakan pada 2002 gagal ketika pemerintah Kolombia menyimpulkan bahwa kelompok itu menyatukan diri lagi di sebuah zona demiliterisasi seluas Swiss yang mereka bentuk untuk membantu mencapai perjanjian perdamaian.
Kekerasan masih terus berlangsung meski upaya-upaya perdamaian dilakukan oleh kedua pihak.
FARC, kelompok gerilya kiri terbesar yang masih tersisa di Amerika Latin, diyakini memiliki sekitar 9.200 anggota di kawasan hutan dan pegunungan di Kolombia, menurut perkiraan pemerintah. kelompok itu memerangi pemerintah Kolombia sejak 1964. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018