Pejabat: Orang Bersenjata Bunuh Tentara Pakistan
Kamis, 18 Juli 2013 19:32 WIB
Khar, Pakistan, (Antara/AFP) - Orang-orang bersenjata menyerang satu kendaraan yang membawa pasukan paramiliter pemerintah di wilayah bergolak suku Pakistan dekat perbatasan Afghanistan pada Kamis, menewaskan dua tentara, kata para pejabat.
Serangan itu terjadi di desa Kamar, sekitar 40 kilometer (25 mil)
barat laut Khar, kota utama daerah suku Bajaur di mana gerilyawan Taliban dan yang terkait Al-Qaida telah mengukir tempat persembunyian.
"Sebuah kendaraan FC sedang melakukan patroli rutin ketika sejumlah pria bersenjata duduk sepanjang pinggir jalan menembaki menembaki mereka, menewaskan dua tentara dan melukai empat orang lainnya," kata pejabat senior lokal Sohail Ahmad Khan kepada AFP.
Korps Perbatasan atau FC adalah pasukan paramiliter yang ditugasi menjaga hukum dan ketertiban yang anggotanya sering diserang di Pakistan barat laut yang bermasalah.
Khan mengatakan, jumlah orang bersenjata yang menyerang kendaraan itu tidak jelas.
Seorang pejabat senior pemerintah daerah, Abdul Hafeez Khan, menegaskan insiden dan korban serta mengatakan bahwa pasukan keamanan telah meluncurkan operasi pencarian di daerah itu setelah insiden untuk "menangkap para pelaku".
Bajaur adalah salah satu daerah suku semi-otonomi di mana militer Pakistan telah memerangi gerilyawan Taliban dan yang terkait Al-Qaida selama beberapa tahun.
Washington menganggap daerah-daerah pusat utama pemberontak merencanakan serangan terhadap Barat dan Afghanistan.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018