Bogota, (Antara/Reuters) - Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan rekannya Presiden Venezuela Nicolas Maduro direncanakan akan bertemu pada pekan depan yang merupakan pertemuan pertama sejak pertengkaran diplomatik pada bulan Mei yang dipicu pertemuan Santos dengan pemimpin oposisi Venezuela. Maduro marah dengan apa yang dia katakan kepada Santos sebagai "pengkhianat" dalam pertemuan dengan Henrique Capriles, yang kalah tipis dalam pemilihan presiden Venezuela pada April, dan menuduh Santos bagian dalam upaya untuk menggulingkannya. "Pada Senin, saya akan bertemu dengan Presiden Maduro untuk revisi lengkap dari hubungan negara," kata Santos dalam pesan dari akun Twitter-nya pada Selasa. Dia tidak spesifik menyebutkan di tempat mana pertemuan itu akan dilakukan. Maduro, dalam siaran televisi mengkonfirmasi pertemuan, mengatakan lokasi tepatnya belum ditentukan. Negara-negara Amerika Selatan memiliki hubungan tambal-sulam dalam dekade terakhir karena perbedaan ideologi, tapi pendekatan tengah-kanan Santos sejak dirinya menjabat presiden pada tahun 2010 telah meredakan ketegangan. Menteri Luar Negeri Kolombia Maria Angela Holguin mengatakan hubungan pada minggu ini dengan Caracas adalah "sedikit dingin" tapi ditambahkan dialog dilanjutkan sejak perselisihan diplomatik. Kunjungan Capriles ke istana presiden Kolombia adalah bagian dari tur yang direncanakan ke nagara-negara Amerika Latin untuk menekan kasusnya bahwa pemilihan yang dimenangi Maduro dengan margin 1,5 persen poin adalah palsu. Maduro, pewaris politik sosialis Hugo Chavez, menempatkan hubungan bilateral dikaji dan dipertanyakan apakah Venezuela akan tetap terlibat dalam pembicaraan damai di Kuba antara pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC Marxis. Chaves meninggal pada Maret setelah mengidap kanker cukup lama. (*/sun)