Kemenkumham: Tidak Ada Tahanan Pindahan Sumbar Kabur
Selasa, 16 Juli 2013 10:19 WIB
Padang, (Antara) - Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumbar Sudirman D. Hury menyatakan bahwa tiga orang tahanan pindahan dari Sumbar tidak ada kabur saat kerusahaan malam yang terjadi di Lapas Tanjung Gusta Medan (11/7).
"Setelah dilakukan pengecekan, tidak ada satupun tahanan pindahan dari Sumbar yang kabur saat terjadi kerusahan di Lapas Tanjung Gusta Medan," kata Kepala Kanwil Kemenkuham Sumbar Sudirman D. Hury di Padang Selasa.
Menurut dia, tiga tahanan itu yakni Ade Saputra (27) tersangkut kasus pembunuhan dan perkosaan mahasiswi STKIP PGRI dengan ancaman hukuman seumur hidup, Belly Candra kasus Pembunuhan Brimob di Kuranji, Padang,
"Selanjutnya Aulia Gunawan tersangkut kasus pembunuhan di Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman," ujar dia.
Tahanan dari Lapas Muaro Padang yang dipindahkan ke Lapas Tanjung Gusta Medan atas persetujuan Dirjenpas Kemenkumham pada 5 September 2012.
"Atas persetujuan tersebut mereka dikirimkan petugas ke Medan pada 11 September 2012," jelas Sudirman D Hury.
Dia mengatakan tiga orang tahanan asal Sumbar saat terjadi kerusahan tetap berada di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan bersama tahanan dan napi lain.
"Mereka tidak berniat kabur atu melarikan diri saat terjadi kerusahan di Lapas Tanjung Gusta Medan," katanya.
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima Kemenkumham Sumbar bahwa saat ini tiga orang tahanan tersebut dalam kondisi sehat.
"Mereka dalam kondisi sehat, sekarang ini berada di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan," ujar dia.
Sementara itu, ia yakin atas keamanan lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, yang ada di Sumbar dari indikasi kericuhan.
Keyakinan tersebut didasari pada program yang telah dilakukan selama ini, karena selalu dalam pengawasan setiap narapidana maupun tahanan, dan telah dinteruksikan untuk melakukan pendekatan secara kekeluargaan, serta memenuhi semua hak azazi mereka
"Kemenkumham menginteruksikan kepada semua atau 25 kapala lapas, rutan dan cabang rutan di Sumbar untuk terus memantau dan langsung melaporkan jika terjadi gejolak antar penghuninnya," jelas Sudirman D Hury.
Sementara itu, Tasmin orang tua salah seorang tahanan asal Sumbar menyatakan tidak benar anaknya atas nama Auli Gunawan kabur saat terjadi kerusahan di Lapas Tanjung Gusta Medan.
"Kaget ada pemberitaan menyatakan anaknya kabur, padahal saat peristiwa kerusahan tersebut Aulia Gunawa berada dalam Lapas Tanjung Gusta Medan," kata dia.
Dia menambahkan bahwa anaknya bersama dua orang tahanan telah dipindahkan dari Lapas Muaro Padang ke Lapas Tanjung Gusta Medan pada 11 September 2012.
"Anakya bersama dua orang tahanan tersebut diantar langsung oleh petugas Lapas Muaro Padang ke Lapas Tanjung Gusta Medan," ujarnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018