Dahlan: "Ground Breaking" Tol Medan-Binjai September
Kamis, 11 Juli 2013 10:56 WIB
Dahlan Iskan
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berharap pembangunan jalan tol Trans Sumatera dapat dimulai September 2013 meskipun saat ini masih harus menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah tentang penunjukkan PT Hutama Karya sebagai pembangun dan pengelola jalan tol tersebut.
"Saya tetap optimis pada September 2013 ada "ground breaking" (pemasangan tiang pancang pertama) tol ruas Medan-Binjai dimulai, soalnya tinggal menunggu PP-nya saja," kata Dahlan, usai mengikuti Rapat Koordinasi Tol Trans Sumatera, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis.
Hadir dalam rapat yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa tersebut antara lain Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menristek Gusti M Hatta.
Diketahui saat ini rencana pemerintah untuk merealisasikan proyek jalan tol sepanjang 2.700 kilometer tersebut masih menunggu revisi PP No 15/2005 tentang Jalan Tol, termasuk Perpres penugasan BUMN PT Hutama Karya (HK) sebagai wakil pemerintah untuk membangun jalan tol tersebut.
Padahal pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN).
"(Progresnya) masih seperti yang dulu. Sudah dikasih Rp2 triliun, namun masih lebih pada kepada teknis proses penunjukan Hutama Karya. Kalau bisa akhir September Medan-Binjai sudah "ground breaking," tegas Dahlan.
Revisi PP meliputi aturan yang memungkinkan BUMN dapat ditunjuk untuk melaksanakan pembangunan jalan tol di tempat-tempat yang secara finansial sulit dibangun oleh swasta.
"Revisi juga untuk memastikan BUMN yang membangun proyek tersebut harus 100 persen sahamnya milik pemerintah, namun bukan BUMN publik," ujar Dahlan.
Dalam mengerjakan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera tersebut HK dimungkinkan membangun sendiri, dapat menggandeng perusahaan lain, atau bekerjasama dengan membentuk konsorsium.
Meski begitu, Dahlan belum dapat merinci lebih jauh apakah nanti pembangunan jalan tol Sumatera ini akan dilakukan Hutama Karya sendiri atau membentuk konsorsium BUMN.
"Konsorsium belum, tapi kan yang ditunjuk Hutama Karya, kalau sudah ditunjuk baru kita ke yang lain-lain," ujar Dahlan.
Ruas tol Trans Sumatera yang akan dibangun pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ini, terbagi dalam empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan jalan tol di Pulau Sumatera.
Keempat koridor utama jaringan jalan tol itu melalui Lampung-Palembang sepanjang 358 kilometer (km), Palembang-Pekanbaru 610 km, Pekanbaru-Medan 548 km, dan Medan-Banda Aceh 460 km.
Adapun perkiraan investasi pengerjaan empat koridor jalan tol itu mencapai sekitar Rp298 triliun.
Tiga koridor prioritas pembangunan, antara lain jalan Palembang-Bengkulu (303 km), Pekanbaru-Padang (242 km) dan Medan-Sibolga (175 km). (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Fenomena Tanjakan Sitinjau Lauik sebulan terakhir, betapa perlunya kehadiran fly over
12 January 2026 8:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018