Polisi Sulsel Tangkap 76 Imigran Myanmar
Senin, 8 Juli 2013 6:30 WIB
Makassar, (Antara) - Kepolisian Sektor Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menangkap sebanyak sebanyak 76 orang imigran gelap asal Myanmar dari suku muslim Rohingya, dan kini diamankan pihak Imigrasi Kelas I Makassar.
Petugas dari Kepolisian Sektor Kabupaten Sinjai, Sulsel, Sabtu (7/7), menemukan imigran itu di dua tempat berbeda, yakni 49 orang bersembunyi di satu rumah warga di Dusun Sereng, Desa Duanpanuae, Kec Bulupoddo, Kabupaten Sinjai dan 22 imigran lainnya di Dusun Kampala, Sinjai Timur, kata Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Andi Rahmat, Minggu dini hari.
"Sementara lima lainnya menyerahkan diri di kantor polisi setempat," ujarnya.
Penangkapan imigran tersebut berdasarkan informasi warga dan pengembangan kepolisian terkait keberadaan sejumlah imigran gelap masuk di Indonesia khususnya di Sinjai, katanya.
Mereka kemudian dibawa ke kantor Imigrasi kelas I Makassar pada Sabtu (7/7) malam menggunakan tiga bus angkutan umum. Beberapa imigran tersebut dapat berbahasa melayu dan membawa anak anak.
Selain itu polisi juga mengamankan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga membantu imigran tersebut, satu di antaranya diketahui istri salah seorang imigran. Sedangkan dua warga lainnya yakni Undding pemilik rumah dan Are sebagai penunjuk jalan.
"Kuat dugaaan imigran ini menjadikan Sinjai sebagai tempat persinggahan sementara dan peristirahatan, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Australia mencari suaka politik," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Tegas Hartawan saat menerima kedatangan imigran gelap tersebut mengatakan pihaknya masih akan mendata dan menindaklanjuti terkait penangkapan dan penemuan imigran gelap itu.
"Saat ini kami masih mendata, dan memeriksa beberapa diantaranya masih membawa dokumen domisili sementara Malaysia, kemungkinan beberapa diantara mereka tinggal cukup lama di Malaysia dan mampu berbahasa melayu," tuturnya.
Tegas menyebutkan berdasarkan data dan penangkapan sejumlah imigran gelap, besar kemungkinan masuk melalui Kepulauan Riau diduga menjadi salah satu tempat yang mudah sebagai start awal untuk masuk ke Indonesia.
"Starting poinnya bisa jadi di Kepulauan Riau di Sumatera kemudian jalur estafet ke Pulau Jawa selanjutnya masuk ke berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Sinjai. Tindak lanjutnya bila sesuai dokumen akan dipulangkan dimana dia berdomisili, dan tidak lengkap tentunya di deportasi," sebutnya.
Sebelumnya, 80 Imigran gelap asal Myanmar, Iran dan Somalia juga ditangkap di kabupaten Sinjai pertengahan April 2013. Saat itu kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan akibat lambung kapal pecah dan terdampar di perairan Sinjai.
Berdasarkan data pihak imigrasi kelas I makassar, para imigran tersebut diketahui itu terdiri dari 51 orang Myanmar, etnis muslim Rohingya, kemudian 24 orang lainnya asal Iran serta tujuh orang dari Somalia. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Beri pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sulsel, Menteri Nusron: Tegas jalankan prinsip dan luwes dalam melayani
14 November 2025 18:03 WIB
Kementerian ATR/BPN percepat sertifikasi aset daerah di Sulsel, Wujud sinergi pusat dan daerah
14 November 2025 11:41 WIB
Percepat penyelesaian persoalan tanah dan ruang, Menteri Nusron adakan rakor dengan kepala daerah se-Sulsel
13 November 2025 18:11 WIB
Percepat sertifikasi, Menteri Nusron imbau kepala daerah se-Sulsel ringankan BPHTB bagi masyarakat
13 November 2025 18:09 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018