Maputo, (Antara/AFP) - Presiden Mozambik Armando Guebuza bersedia untuk bertemu dengan komandan mantan pemberontak setelah ketegangan antara gerakan-gerakan mereka meletus menjadi kekerasan mematikan, juru bicara pemerintah, Minggu. "Kepala negara terbuka untuk menerima pemimpin Renamo, Afonso Dhlakama, pekan depan di Maputo," kata juru bicara pemerintah Alberto Nkutumula kepada AFP. Bentrokan-bentrokan berdarah sejak April ditandai dengan hubungan semakin tegang antara partai berkuasa Frelimo dan Renamo. Senin lalu orang-orang bersenjata menyerang konvoi militer di provinsi tengah Sofala. Kelompok bersenjata tiga hari sebelumnya menembaki sebuah bus dan dua truk, menewaskan sedikitnya dua warga sipil. Renamo menjauhkan diri dari berbagai serangan, yang sebagian besar terjadi di kubu pertahanannya di bagian tengah negara. Tetapi pemerintah sekarang meminta gerakan, yang juga resmi partai oposisi, meletakkan senjata mereka sebelum perundingan damai terus berlanjut. "Sebagai titik awal pemerintah akan menuntut perlucutan senjata orang-orang Renamo," kata Nkutumula. Kedua pihak akan memulai putaran pembicaraan pada Senin setelah sebelumnya perundingan gagal. Juru bicara Renamo, Fernando Mazanga, mengatakan Jumat lalu pertemuan antara kedua pemimpin itu "perlu dan mendesak". Meskipun pemerintah telah mengurangi kekerasan, ada kekhawatiran kembali ke perang saudara 16 tahun yang telah menghancurkan ekonomi dan menewaskan satu juta orang pada saat bentrokan itu berakhir pada tahun 1992. Kerusuhan itu telah mengancam ekspor penting tambang batubara di barat laut. Perusahaan pertambangan Anglo-Australia Rio Tinto menangguhkan transportasi kereta api setelah diduga terjadi sabotase yang membuat tergelincirnya kereta api barang pada Senin. (*/sun)