Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi Mozambik Serbu Kantor Renamo di Kota Pelabuhan

Sabtu, 2 November 2013 09:04 WIB
Image Print

Maputo, (Antara/Xinhua-OANA) - Polisi anti-huru-hara di Mozambik pada Jumat (1/11) menyerbu kantor partai oposisi utama di negara Afrika Selatan itu, Renamo, di Kota Pelabuhan Beira, dan menyita senjata yang diduga digunakan dalam serangan oleh gerilyawan. Radio Mozambique melaporkan, serbuan ke kantor Renamo di Beira itu dilancarkan pada Jumat pagi, setelah dikuasainya tiga pangkalan Renamo dan kamp kelompok tersebut di wilayah semak di bagian utara serta tengah Mozambik sejak 21 Oktober. Kepala operasi bagi pasukan polisi provinsi itu Guilherme Chauque memberitahu setasiun radio tersebut 500 renceng amunisi, lima pasang sepatu militer, sembilan topi militer, 11 seragam militer, di antara barang lain, disita dalam serbuan itu. Ketegangan antara Renamo dan pemerintah meningkat setelah tentara menyerbu pangkalan utama Renamo di wilayah pegunungan Gorongosa, tempat pemimpin Renamo Afonso Dhlakama telah tinggal. Renamo menuduh pemerintah tidak menghormati kesepakatan perdamaian 1992, yang mengakhiri perang saudara 16-tahun antara Renamo dan partai yang berkuasa Frelimo, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Renamo, bekas gerakan pemberontak, juga mengancam akan kembali perang gerilya. Segera setelah aksi militer itu, gerilyawan Renamo melancarkan beberapa serangan, terutama yang ditujukan kepada pos terdepan militer dan kendaraan yang melakukan perjalanan di jalan raya utama selatan-utara di negeri tersebut. Satu orang tewas dan dua orang lagi cedera dalam serangan baru gerilyawan terhadap satu rombongan kendaraan di wilayah tengah negeri itu pada Jumat, kata pihak berwenang. Pemerintah Mozambik menuduh Renamo membahayakan keselamtan warga sipil dan mengganggi kegiatan ekonomi negeri tersebut. Rio Tinto, yang beroperasi di Provinsi Tete untuk menambang batu bara, Jumat, menyarankan keluarga asing pegawainya agar meninggalkan negeri yang mengalami ketegangan politik itu. Namun perusahaan tersebut menyatakan belum memutuskan untuk menghentikan operasi. Raksasa tambang global antara lain seperti Rio Tinto, Vale dari Brazil, Eni dari Italia beroperasi d Mozambik setelah ditemukannya belum lama ini salah satu tambang batu bara terkaya di dunia dan cadangan minyak alam lepas pantai. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026