Media: Kerusuhan Landa Kota di Xinjiang, China
Sabtu, 29 Juni 2013 16:37 WIB
Beijing, (Antara/Reuters) - Lebih dari 100 orang dengan mengendarai sepeda motor dan mengacungkan pisau menyerang satu kantor polisi di kawasan Xinjiang, di bagian barat China, media negara melaporkan Sabtu.
Serangan itu di kota Hotan, di wilayah gurun terpencil, yang dihuni etnis Uighur, terjadi dua hari setelah kekerasan mematikan di kawasan itu dalam empat tahun yang merenggut 35 jiwa. China menyebut insiden tersebut "serangan teroris".
Xinjiang merupakan rumah bagi sebagian besar suku Uighur Muslim yang berbahasa Turki. China menyatakan pihaknya memberi etnis Uighur kebebasan dan menuding para ektrimis berniat memisahkan diri.
Rasa permusuhan antara mayoritas etnis Han China dan Uighur menjadi tantangan besar bagi para pemimpin Partai Komunis China. Presiden Xi Jinping yang naik ke tampuk kekuasaan pada Maret telah menyerukan persatuan semua kelompok etnis di China.
Dalam insiden paling akhir, "para perusuh" berkumpul di tempat-tempat keagamaan sebelum mengendarai sepeda motor untuk menyerang kantor polisi di Hotan, daerah Moyu, kata harian the Global Times milik harian People's Daily, corong Partai Komunis China.
Penguasa sedang menghitung jumlah korban dan mencari tersangka, kata the Global Times.
Dalam satu insiden terpisah, sebanyak 200 orang berusaha "memicu keributan: di satu kawasan perbeleanjaan utama di Hotan, kata harian itu. Surat kabar itu melaporkan polisi berhasil menguasai keadaan.
Penguasa China telah emningkatkan keamanan di Urumqi, ibu kota kawasan itu, kata harain itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi sebut ada dana masuk dari kelompok internasional di kerusuhan Bandung
16 September 2025 20:58 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018