Damaskus, (Antara/SANA-OANA) - Pemberontak Basil Mohammad al-Ali mengaku berpartisipasi bersama dengan satu kelompok teroris terkait Jabbat Al-Nusra dalam menyerang saluran TV al-Ikhbariya, di Drousha, pedesaan Damaskus. Dalam pengakuan yang disiarkan oleh TV Suriah pada Kamis, al-Ali mengaku mengambil bagian dalam membunuh sejumlah wartawan dan karyawan televisi itu selain menjarah isinya sebelum pengeboman. Dia juga mengaku menerima bantuan dari entitas Israel di Golan yang diduduki. Dia mengakui bahwa ia dan anggota kelompok teroris terkait dengan Jabhat al-Nusra diberitahu oleh al-Hajji, pemimpin kelompok, untuk menargetkan saluran TV al-Ikhbariya karena tendensius, seperti al-Hajji sebut, dan terus memperkenalkan kebohongan Jabhat al-Nusra. Menurut al-Ali, bangunan saluran TV itu dipantau oleh penjaga peternakan yang dimiliki oleh orang Saudi, Abu Hussein al-Dairi, yang juga bekerja di sektor prostitusi. Jabhat al-Nusra mencambuk al-Dairi dan memaksanya untuk meninggalkan sektor itu dan bergabung untuk memantau bangunan saluran pertanian serta mengambil bagian dalam kelompok kriminal. "Bangunan saluran TV itu bukanlah pusat kecerdasan tapi repositori untuk senjata atau tempat penyiksaan seperti yang ditayangkan oleh beberapa saluran," kata al-Ali. Al-Ali adalah seorang pandai besi dan berkontribusi dalam membuat dan memasang beberapa peralatan saluran TV itu. Dia menegaskan bahwa kelompok di mana ia bergabung bertanggung jawab atas pemboman markas kehakiman militer. Dia mengatakan bahwa kelompoknya juga menyerbu Rumah Sakit martir Mamdouh Abaza di Quneitra dan menjarah peralatan medis serta obat-obatan dari rumah sakit yang akan digunakan untuk mengobati para pemberontak yang terluka dalam bentrokan dengan Angkatan Darat Suriah. (*/jno)