Obama dan Karzai Dukung Perundingan dengan Taliban di Qatar
Rabu, 26 Juni 2013 13:14 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan pemimpin Afghanistan Hamid Karzai mendukung gagasan perundingan dengan Taliban di kantor kelompok gerilyawan itu di Qatar, kata Gedung Putih Selasa, menimbulkan kembali harapan bagi satu proses perdamaian.
Pengumuman itu datang kendatipun serangan berani Taliban terhadap istana presiden Afghanistan di tengah kota Kabul Selasa, yang menewaskan tiga petugas keamanan dan semua lima penyerang dalam baku tembak selama satu jam.
Dalam satu pembicaraan yang direkam video, kedua pemimpin itu sepakat bahwa proses perdamaian dan rekonsiliasi yang dipimpin Afghanistan adalah jalan terbaik untuk mengakhiri aksi kekerasan dan menjamin stabilitas yang kekal di Afghanistan dan kawasan itu," kata Gedung Putih.
"Mereka menegaskan kembali dukungan mereka bagi pembukaan satu kantor Taliban di Doha untuk tujuan perundingan-perundingan antara Dewan Perdamaian Tinggi (pemerintah Afghanistan) dan wakil-wakil sah Taliban.
Obama agaknya telah membujuk Karzai untuk memulai kembali usaha-usaha perdamaian setelah pemimpin Afghanistan mengecam tindakan Taliban membuka kantor baru di Qatar yang dianggapnya sebagai kantor pusat satu pemerintah dipengasingan.
Utusan AS James Dobbins ,Senin mengatakan Washington juga "marah" mengapa Taliban membuka kantor itu, yang dimaksudkan sebagai langkah pertama menuju satu perjanjian perdamaian untuk mengakhiri perang lebih sepuluh tahun di Afghanistan.
Taliban membuka kantor itu dengan mengibarkan bendera kelompok garis keras itu dan menyebut mereka sebagai "Emirat Islam Afghanistan," nama pemerintah Taliban tahun 1996-2001.
Bendera itu dan nama tersebut menimbulkan satu konflik diplomatik yang merusak usaha-usaha tahap awal untuk memulai perundingan perdamaian saat missi tempur pasukan NATO yang dipimpin AS yang telah berada di negara itu selama 12 tahun setelah pemerintah Taliban digulingkan akan berakhir.
Pemerintah Afghanistan, yang mengatakan mereka masih tetap mendukung proses perdamaian, menegaskan kantor Taliban di negara Teluk Persia itu hanya harus digunakan untuk perundingan-perundingan langsung dengan para perunding yang ditunjuk Karzai.
Nama dan bendera dipasang pada saat pembukaan kantor Selasa lalu kini telah disingkirkan.
Pada Selasa Dobbins tiba di Islamabad untuk berunding dengan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan para pejabat senior lainnya mengenai usaha-usaha untuk menyelenggarakan perundingan dengan Taliban, yang memiliki pangkalan-pangkalan di Pakistan.
Kantor perdana menteri mengatakan ia mengemukakan kepada Dobbins bahwa "Pakistan sangat mendukung kembalinya perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.
Kendatipun Islamabad berada dalam perang dengan Taliban Pakistan, negara itu telah lama dituduh mendukung secara diam-diam pada Taliban Afghanistan yang memerangi pasukan As di perbatasan itu dan dianggap sebagai pemain penting dalam setip usaha perdamaian mendatang.
Karzai, yang geram atas pembukaan kantor Taliban itu, juga menghentikan perundingan AS-Afghanistan menyangkut izin bagi Washington untuk mempertahankan sejumlah tentaranya di Afghanistan setelah missi NATO berakhir.
Pernyataan Gedung Putih itu mengatakan Obama menyambut baik kesepakatan 18 Juni di mana pasukan keamanan Afghanistan memimpin operasi di seluruh negara itu.
Pernyataan itu mengatakan kedua pemimpin tersebut telah membicarakan perundingan mengenai Perjanjian Keamanan Bilateral tetapi tidak mengatakan kapan perundingan akan dimulai kembali.
Sekitar 100.000 personil pasukan tempur, 68.000 di antara mereka adalah dari AS, menurut rencana ditarik dari Afghanistan pada akhir tahun 2014.
Dalam percakapan itu, kedua pemimpin membicarakan persiapan-persiapan bagi pemilu Afghanistan 2014.
"Kedua presiden itu menegaskan kembali agar pemilu itu diselengarakan secara bebas, jujur dan adil serta dapat dipercaya yang merupakan hal yang penting bagi masa depan Afghanistan," kata Gedung Putih. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pastikan layanan prima dan operasional aman, KAI Divre II Sumbar lakukan inspeksi keselamatan lebaran 2026
12 February 2026 11:59 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018