Pasaman Barat Kekurangan Tenaga Polhut
Kamis, 20 Juni 2013 17:06 WIB
Polisi kehutanan. (Antara)
Simpang Ampek, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyatakan kekurangan tengan polisi kehutanan (Polhut) karena saat ini baru memiliki empat personel Polhut.
Oleh karena itu, menurut Kepala Dinas Kehutanan Pasaman Barat, Nofdinal Yefri didampingi Kepala Bidang Pengawasan Hutan, Zulkifli di Simpang Ampek, Kamis pihaknya membutuhkan penambahan personel Polhut dalam rangka pengawasan praktek pembalakan liar yang sering terjadi didaerah itu.
"Paling sedikit kami membutuhkan satu peleton Polhut untuk mengawasi hutan yang memiliki luas sekitar 180 ribu hektar. Bagimana mau mengawasi dengan ketat jika Polhut kita hanya empat orang," kata dia.
Pihaknya saat ini sedang berupaya membicarakan persoalan ini dengan Departemen Kehutanan. Dengan harapan agar ada penambahan Polhut sehingga pengawasan hutan dan pembalakan liar akan bisa ditingkatkan.
"Mudah-mudahan Pasaman Barat dapat penambahan Polhut sehingga pengawasan akan lebih mudah dilakukan. Jika tidak maka aksi pembalakan liar akan semakin marak," ujarnya.
Nofdinal menjelaskan pihaknya untuk 2013 ini menargetkan menanam 200.000 batang pohon.
Kepala Bidang Bina Hutan Dinas Kehutanan, Mudtasar menambahkan program menanam pohon itu merupakan suatu program yang akan menjadi prioritas selama 2013.
Dia mengatakan, penanaman pohon itu akan dilakukan menyebar di sebelas kecamatan yang ada. Namun, khusus untuk Kecamatan Talamau, Kecamatan Luhak Nan Duo dan Kecamatan Ranah Batahan akan diprioritaskan karena daerah itu sangat rawan akan ilegal loging.
"Mudah-mudahan terget kita bisa tercapai sehingga hutan yang gundul bisa ditanami pohon kembali. Kepada masyarakat diharapkan tidak menebang pohon sembarangan,"harapnya.
Program gerakan penanaman 1 miliar pohon sudah digalakkan pemerintah sejak awal 2010. Program tersebut merupakan kontribusi nyata dan bentuk kepedulian bangsa Indonesia terhadap perbaikan lingkungan global.
Lebih jauh dia mengatakan, untuk Pasaman Barat telah melakukan penanaman sebanyak 3 juta pohon yang sudah dimulai sejak awal Januari 2010 hingga 2012.
Dia mengharapkan, untuk keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Mulai dari pemerintah, masyarakat, organisasi-organisasi kemasyarakatan, swasta, dan kalangan BUMN. (*/aml)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018