Indonesia Miliki Alat Pemantau Modern Aktivitas Merapi
Kamis, 20 Juni 2013 16:00 WIB
Yogyakarta, (Antara) - Indonesia sudah memiliki alat pemantau modern aktivitas Merapi, Yogyakarta, yang mampu mendeteksi kegiatan gunung api itu lebih akurat dan dini kepada warga jika terjadi bahaya.
"Sejak ada erupsi Merapi 2010 alat pemantau sudah diperbaharui berstandar internasional," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Kamis.
Hal tersebut disampaikan kepada wartawan nasional dan lokal saat meninjau lokasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascaerupsi Merapi.
Menurut dia, alat pemantau gunung api yang dimiliki BPPTK tersebut sudah sepadan dengan yang ada di Jepang dan Amerika Serikat, dua negara yang juga memiliki banyak gunung api aktif.
Indonesia memang mereferensi alat pencatat gunung api dari dua negara itu, mengingat keduanya sudah memiliki pengalaman dalam mendeteksi aktivitas gunung api.
Dikatakan, erupsi Merapi 2010 memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya alat pendeteksi dini modern gunung api, agar bisa menyampaikan kepada warga bahwa bahaya akan datang.
Di kantor BPPTK Yogyakarta terdapat alat pemantau modern seperti seismograf manual dan analog, layar CCTV yang memantau 12 titik sekitar Merapi, serta sistem peringatan dini.
"Dari kantor ini kita bisa mantau aktivitas Merapi, baik melalui CCTV maupun seismograf," tuturnya.
Menurutnya, dengan alat pendeteksi modern yang dimiliki, petugas sudah bisa melakukan analisis yang mendalam dan akurat.
BPPTK selama 24 jam sehari terus melakukan pemantauan aktivitas Merapi dan apabila terjadi kondisi bahaya, dari kantor tersebut mampu menyembunyikan sirene di sekitar Merapi.
"Suara sirena tersebut menandakan agar warga waspada dan mengungsi karena ada bahaya," ujarnya.
Jarak kantor BBPTK Yogyakarta ke Merapi sekitar 30 kilometer. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KONI Pesisir Selatan resmi miliki kepengurusan baru, M. Adliterima SK masa bakti 2025--2029
13 November 2025 10:27 WIB
Ninik Mamak dan Bundo Kanduang miliki peran vital lestarikan Budaya Minangkabau
01 November 2025 7:27 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018